Perkembangan tanaman ubi kayu di WKBPP Nanga Tayap maju pesat, hampir setiap WKPP ada. Ubi kayu yang dikembang adalah varietas UJ-5 / Kasesa karena ini satu-satunya varietas yang diterima oleh perusahaan asing yang menampung hasil panen ubi kayu di Kabupaten Ketapang. Berbagai perlakuan yang dilakukan petani bervariatif mulai sistem tanam tinggal sampai benar – benar melakukan perawatan terhadap tanaman tersebut baik menggunakan pola sederhana maupun pola mekanisasi dalam pengolahan lahannya serta penggunaan beberapa jenis pupuk dengan harapan bisa mendapatkan hasil yang maksimal yaitu rata-rata 20 kg/stek. Dari beberapa perlakuan khususnya dalam penggunaan pupuk cuma satu yang boleh dibilang unggul dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya yaitu penggunaan abu boiler kelapa sawit sebagai sumber kalium pada tanah. Karena ubi kayu sangat membutuhkan nutrisi kalium yang tinggi untuk pembesaran umbi. Abu boiler merupakan hasil pembakaran limbah kelapa sawit yang bisa didapatkan petani dari perusahaan – perusahaan kelapa sawit terdekat dan kebetulan Kecamatan Nanga Tayap termasuk wilayah kecamatan yang dikleilingi perusahaan kelapa sawit sehingga untuk mendapatkan barang tersebut tidak mengalami kesulitan. Penggunaan abu boiler pada tanaman ubi kayu tidak terlalu sulit yaitu dengan menaburkan 1 kg pada stek tanaman ubi kayu yang sudah berusia 1,5 bulan dan dapat diulang kembali pada usia 5/6 bulan atau bahkan cukup dipupuk satu kali saja yaitu pada usia 1,5 bulan dan kalau memungkinkan dua kali pemupukan sangat dianjurkan dan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Usia pemupukan pada bulan tertentu dimaksudkan untuk percepatan pertumbuhan dan untuk memaksimalkan umbi dalam tanah sehingga hasil yang didapat nantinya dapat maksimal. Dari hasil lapangan dapat diperoleh bahwa pemupukan tanaman ubi kayu menggunakan abu boiler mendapatkan rata – rata pada setiap steknya 20 kg bahkan ada juga yang diatas 30 kg. Dari segi ekonomi sangat ekonomis sekali karena dapat menekan biaya operasional sebelum pasca panen dengan biaya relative sangat murah, maka sangat dianjurkan bagi petani khususnya tanaman ubi kayu untuk memanfaatkan peluang dalam membudidayakan tanaman ubi kayu dengan bersinergis pada perusahaan – perusahaan kelapa sawit terdekat. Kasbullah, S.STPenyuluh Pertanian Kecamatan Nanga Tayap