PENGARUH PEMANGKASAN PADA TANAMAN TOMATOleh : Editha Mediwwani Panggabean, SP M.Si Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman sayuran yang mempunyai nilai gizi tinggi. Di Indonesia, tomat banyak diusahakan, baik di dataran tinggi (60%) maupun di daratan rendah (40%). Rendahnya produksi tomat menjadi salah satu kendala dalam budi daya tanaman ini. Hasil rata-rata pertanaman tomat di dataran rendah umumnya sekitar 6,0 ton/ha, sedangkan di dataran tinggi mencapai 26,6 ton/ha. Rendahnya produksi di dataran rendah antara lain disebabkan oleh terbatasnya varietas unggul. Seain itu, kendala utama rendahnya produksi tomat secara nasional adalah keterbatasan teknologi budidaya yang dimiliki petani dan kurangnya informasi teknologi, seperti pemangkasan cabang atau pengaturan jumlah cabang utama dan penjarangan buah atau pengurangan buah. Pengurangan jumlah buah (fruit thinning) merupakan praktek budidaya yang diterapkan pada perkebunan buah dengan tujuan meningkatkan ukuran buah sekaligus kualitas kandungan nutrisi. Pengurangan buah dapat meningkatkan mutu buah. Dengan pengurangan buah, asimilat disimpan dalam buah secara optimal, sehingga cadangan makanan dalam biji banyak dan perkecambahan benih normal. Pemangkasan ini merupakan usaha untuk memperbaiki kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya, sirkulasi angin sehingga aktifitas fotosintesa berlangsung normal. Buah merupakan salah satu organ sink untuk asimilat selama periode pertumbuhan dan perkembangan buah, sehingga jumlah buah merupakan komponen ukuran atau besaran sink. Hasil suatu tanaman dapat dibatasi oleh aktivitas sumber (source) seperti fotosintesis pada daun atau oleh keberadaan lubuk (sink) yang menggunakan fotosintat hasil source. Dengan kata lain kadar pati daun dpat menurun seiring dengan bertambah jumlah muatan buah yang megindikasikan buah merupakan organ pesaing (sink) untuk asimilat. Hal tersebut dapat disebabkan karena pembongkaran pati daun menjadi sukrosa untuk keperluan buah sebagai organ sink. Jadi, metabolisme sukrosa merupakan hal penting bagi mobilisasi dan penggunaan sukrosa selama periode perkembangan buah. Oleh karenanya perlu di treatment sepertihalnya pemangkasan buah untuk menghasilkan buah yang lebih optimal.Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Tanaman tomat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :Kerajaan : PlantaeKelas : DicotyledoneaeOrdo : SolanalesFamili : SolanaceaeGenus : LycopersicumSpesies : Lycopersicum esculentum Smith.Produktivitas tanaman tomat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. pada umumnya temperatur di bawah atau di atas optimal mempengaruhi proses reproduksi sehingga dapat menurunkan produksi buah. Di daerah tropis temperatur tinggi, kurangnya intensitas cahaya dan kelembaban tinggi dapat menurunkan produksi dan kualitas buah, sedangkan kondisi di lapang seperti kekeringan, temperatur yang tinggi, hujan dan angin kencang juga dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas buah. Faktor-faktor abiotik tersebut berpengaruh terhadap beberapa tahap proses reproduksi, sehingga mempengaruhi produksi buah.Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 21 – 24 0C pada siang hari dan 15 – 20 0C pada malam hari. Temperatur pada siang hari lebih dari 38 0C selama 1-3 hari setelah penyerbukan menyebabkan embrio mengalami kerusakan, sehingga biji yang terbentuk tidak baik. A. PemangkasanPemangkasan tanaman merupakan usaha yang dilakukan para petani untuk mendapatkan bentuk tajuk tanaman yang ideal atau untuk mendapatkan hasil tanaman yang berbuah lebih banyak terlepas dari baik tidaknya mutu buah tersebut. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi jumlah tunas dan pucuk batang agar pertumbuhan buahnya maksimal. Pada tanaman tomat yang terlalu rimbun sulit mendistribusikan hara sehingga buahnya kerdil dan proses pematangannya lebih lama. Selain itu, pemangkasan juga berguna untuk mengurangi gangguan hama dan penyakit.Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai macam faktor , antara lain adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada tanaman (plant regulator). Contoh zat pengatur tumbuh itu antara lain adalah auksin. Auksin dibentuk di koleoptil atau ujung batang dan akar yang berfungsi pada pemanjangan tunas apikal (tunas pertama yang tumbuh cepat), akibat dari dominansi apikal, yaitu terhambatnya pertumbuhan tunas lateral (tunas ketiak daun). Untuk itu pemangkasan tunas apikal perlu dilakukan agar tunas lateral dapat tumbuh.Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama. Di lain pihak pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang abnyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik. B. Teknik PemangkasanPada tanaman buah dikenal teknik pemangkasan bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi pada tanaman buah, pemangkasan mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit. Ada beberapa cara pemangkasan yaitu pemangkasan cabang primer, pemangkasan peremajaan dan pemangkasan pemeliharaan. Dan sisi lain pemangkasan dalam yang dilakukan pada peremajaan akan menunda masa panen karena tanaman memerlukan waktu untuk rehabilitasi. Ditinjau dari aspek fisiologis tanaman, pemangkasa yang demikian disertai dengan pembersihan seluruh komponen untuk asimilasi adalah suatu hal yang sangat drastis dan akan menyebabkan terjadinya stagnasi pertumbuhan berikutnya .Pemangkasan dapat mendorong lebih cepat tumbuhnya tunas baru, yang berpotensi untuk berbunga. Pemangkasan selain dapat meningkatkan hasil bunga juga dapat memperbaiki kualitas bunga dan penampilan atau figur tanaman menjadi lebih baik tetapi dapat juga mengadakan produksi bunga menurun. Tunas lateral merupakan subyek pengamat korelasi oleh tunas apikal sehungga jika tunas apikal dipangkas maka hanya tunas lateral paling atas yang tumbuh dengan cepat sehingga tunas basal tetap terhambat. Penghambatan tunas lateral tergantung pada konsentrasi hormon auksin yang diberikan pada permukaan batang yang dipotong. Sebuah pemberian auksin eksogen pada sebuah tanaman yang dipotong akan merangsang pertumbuhan pucuk tanaman. Dominasi pucuk dapat dihilangkan dengan pemangkasan. Auksin dibentuk ujung batang dan ujung akar dari mana ia bergerak ke bagian lain dari tanaman hasil akhir dari konsentrasi auksin berhubungan dengan pemangkasan. Untuk mendapatkan hasil tomat yang seragam hanya memelihara dua cabang utama yang tumbuh pada batang utama. Setelah tumbuh beberapa daun biasanya tanaman tomat akan membentuk dua cabang dan tunas-tunas yang tumbuh pada ruas percabangan. Tunas-tunas yang tumbuh pada cabang yang dipelihara dilakukan pemotongan. Pemotongan tunas yang tumbuh pada percabangan dilakukan dan harus dapat membedakan apakah yang tumbuh tersebut merupakan tunas atau calon bunga. Kalau yang tumbuh calon bunga jangan dilakukan pemotongan ketika tunas masih kecil.Pemangkasan merupakan suatu tindakan membuang tunas apikal sehingga mendorong tanaman agar bercabang banyak. Tunas yang terdapat dipucuk batang dipangkas sehingga tunas-tunas pada ketiak daun muncul. Tunas yang berada dipucuk adalah pusat terbentuknya auksin dan auksin tersebut akan menyebar kebagian batang tanaman setelah dilakukan pemangkasan dan mendorong munculnya tunas lateral. Jika tunas lateralnya semakin banyak maka akan diperoleh produksi yang maksimal. C. Perlakuan Tanaman TomatPerlakuan Pemangkasan TanamanTomat (Solanum licopersium) adalah suatu tanaman setahun yang berbentuk perdu dan termasuk dalam family Solanaceae. Tomat dapat ditanam dimana saja baik di dataran tinggi (pegunungan) atau dataran rendah. Syarat yang penting untuk petumbuhan adalah tanah yang gembur, sarang (sedikit mengandung pasir), subur (banyak mengandung humus atau bunga tanah). Tanah liat yang sedikit mengandung pasir adalah yang paling disenangi dengan derajat keasaman (pH 5-6). Tomat peka terhadap zat makanan dalam tanah yang sedikit kelebihan atau kekurangan terutama nitrogen. Pemangkasan dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, serta untuk mengetahui percepatan pertmbuhan tunas antara tanaman tomat yang dipangkas atau tidak. Pemangkasan dimaksudkan agar dapat diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara memangkas bagian pucuk atau cabang ketiga pada batang pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemangkasan tunas muda dan pemangkasan batang. Pengaruh pemangkasan dari pertumbuhan tanaman melalui tunas tenyata sangat berpengaruh setelah dilakukan pemangkasan proses munculnya tunas lebih cepat dan untuk mengambil nutrisi dari dalam tanah tidak bersaing dengan daun tanaman tomat tersebut. Pada prinsipnya pemangkasan akan merangsang terbentuknya tunas vegetatif sehingga bidang percabangannya lebih luas dan memungkinkan dapat menambah produksi. D. Pengaruh pemangkasan Pada Tanaman TomatSumber (Sink) dan Lubuk (Source) pada Tanaman TomatKeseimbangan sink-source diperlukan bagi tanaman pada saat fase perkembangan buah. Masa pembentukan organ reproduktif merupakan fase kritis yang sangat memerlukan cukup banyak energi dari jaringan source. Pengendalian nisbah sink-source menjadi sangat penting bagi tanaman berenergi tinggi seperti nut. Proses fotosintesis yang terjadi pada daun menghasilkan asimilat yang digunakan untuk pertumbuhan buah dan juga berkontribusi terhadap kualitas buah. Ukuran baik itu jumlah maupun luas daun, merupakan sumber (source) asimilat saling berinteraksi dengan buah yang merupakan organ pengguna asimilat (sink). Oleh karena itu, ukuran buah optimum dengan kualitasnya yang baik membutuhkan nisbah daun/ buah tertentu. Namun pada kenyataannya daun tidak dapat ditingkatkan jumlahnya, sehingga pengaturan nisbah daun/buah hanya dimungkinkan melalui pengurangan jumlah buah. Source merupakan organ yang mensintesis dan mengekspor zat seperti karbohidrat (daun, phloem, buah muda, dan batang hijau) dan hormon (pucuk, akar, dan biji). Sink merupakan organ yang mengimport dan menggunakan atau menyimpan suatu zat seperti karbohidrat (biji, daging buah, akar, pucuk yang tumbuh). Pada tanaman tomat, sumber (source) dapat berupa daun-daun, phloem, buah muda, dan batang hijau. Sedangkan lubuk (sink) yang paling dominan pada tanaman tomat dalam menyimpan karbohidrat adalah buahnya.Pengurangan atau pengaturan buah akan meningkatkan nisbah daun-buah melalui peningkatan luas daun yang ada terhadap setiap buah yang dibiarkan terus tumbuh dan berkembang. Apabila jumlah buah dalam kondisi banyak pada suatu tanaman maka akan menyebabkan beberapa perubahan seperti berkurangnya kandungan karbohidrat, ukuran dan bobot buah, seta komponen kualitas buah. Selain itu, akan menyebabkan jumlah buah hasil panen berikutnya menjadi menurun. Pemangkasan pada tomat memiliki keuntungan yaitu buah lebih cepat matang, meningkatkan panen awal dan total panen, mengurangi hama dan penyakit, buah lebih besar dan mempermudah pemanenan serta penyemprotan pestisida. Pemangkasan adalah salah satu cara dalam memacu pertumbuhan dari perombakan timbunan karbohidrat yang dicadangkan untuk pertumbuhan generatif, namun dipergunakan untuk pembentukan tunas maupun pembentukan bunga. Penjarangan buah relatif dapat mempercepat panen, ini dimungkinkan dengan penjarangan akan terjadi proses penurunan kadar auxin pada jaringan muda. Pemangkasan pada tanaman tomat dapat mempercepat pembungaan yang lebih awal. Dimana jumlah buah sangat berkaitan dengan jumlah cabang tanaman.pengaturan jumlah cabang dapat memberikan jumlah buah paling banyak. Hal ini disebabkan karena setiap cabang utama akan terbentuk rangkain buah.Pemangkasan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan cabang dan buah. Jumlah cabang pada tanaman tomat akan berpengaruh terhadap mutu buah maupun mutu benih. Cabang tanaman yang sedikit dimungkinkan mutu buah dan benih dapat meningkat. Asimilat yang terbentuk sepenuhnya dapat disimpan pada buah maupun biji menjadi lebih besar, sehingga mempengaruhi mutu buah maupun benih. Sebaliknya, apabila jumlah cabang pada tanaman tomat banyak, maka asimilat banyak dipergunakan untuk pertumbuhan tunas-tunas baru, sehingga asimilat yang tersimpan pada buah maupun biji menjadi berkurang dan selanjutnya menyebabkan asimilay yang disimpan pada buah dan biji lebih sedikit. Oleh karena asimilat yang disimpan buah atau benih sedikit, dapat mengakibatkan mutu buah maupun benih menurun.