PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH OLEH : NI LUH SUKSMAWATI,STP, THL-TBPP, BPP. KEC. BLAHBATUH, KEC. GIANYAR, BALI Rakitan teknologi revolusi hijau tahun 1980-an yang diperkenalkan kepada petani menyebabkan petani sangat tergantung pada pupuk dan pestisida anorganik dalam kegiatan budidaya padi. Ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida anorganik dengan dosis yang berlebihan dalam budidaya padi tersebut ternyata menurunkan kandungan bahan organik tanah, mencemari lingkungan, dan menyebabkan tidak terkendalinya hama penyakit sebagai akibat ekosistem yang tidak stabil. Dampak negatif revolusi hijau menginspirasi para petani, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain untuk berpaling pada pengembangan sistem pertanian organik. Padi bisa tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan suhu rata-rata 19 – 270 C. Padi memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Padi juga dipengaruhi oleh angin terutama pada penyerbukan dan pembuahan. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7. Untuk menunjang kelangsungan dan peningkatan produksi serta mutu gabah, tanaman padi membutuhkan kecukupan hara yang dapat dipenuhi melalui pemupukan. Pemupukan merupakan kegiatan untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman padi baik unsur hara mikro maupun makro bisa didapat dari pemberian pupuk organic maupun anorganik. Kebutuhan pupuk/Ha tanaman padi: Ø urea(nitrogen) …………….300 Kg Ø SP36/TSP(Phospor)……...100 Kg Ø KCL(kalium)………………..100 Kg Kebutuhan atau dosis pupuk yang diperlukan dalam 1 hektar tanaman padi diatas bukan merupakan standar baku. Jenis pupuk dan dosis yang digunakan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kesuburan tanah.Tingkat kesuburan tanah sangat dipengaruhi oleh tinggi atau rendah kandungan bahan organic yang terdapat dalam tanah tersebut. Tanah yang subur mengandung C-org 1.5 – 2.5% atau lebih. Semakin tinggi tingkat kesuburan lahan padi, maka kebutuhan pupuknya semakin sedikit. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat kesuburan tanah maka semakin banyak pula pupuk yang dibutuhkan. Seperti juga humus, pupuk organic berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman, Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber nutrisi, memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah. Penentuan dosis pupuk organic sangatlah sulit ditentukan karena berhubungan dengan kondisi tanah yang digunakan. Kebutuhan tanah yang satu berbeda dengan tanah yang lainnya. Idealnya, pemberian sesuatu kedalam tanah harus diketahui yang ada dan yang belum ada di dalam tanah seperti kandungan hara dan bahan organic. Dalam pemakaian pupuk organic sebenarnya jarang dijumpai kasus over dosis seperti pada pemakaian pupuk kimia. Perlu dipahami bahwa pemakaian pupuk organic berlebihan dapat menyebabkan perkembangan vegetative tanaman terlalu pesat sehingga memperlambat masaknya buah. Hal yang sama juga bisa menyebabkan rebahnya batang padi dan jagung. Meskipun dosis pupuk sangat ditentukan kandungan hara pupuk dan jenis tanah, dengan acuan produk yang beredar dilapangan rata-rata pemakaian pupuk organic adalah sebagai berikut Ø Tanaman semusim/sayuran(Konvensional)…..10-20 Ton/Ha/Tanam Ø Tanaman semusim/sayuran(Olahan Pabrik)….1-5 Ton/Ha/Tanam Ø Tanaman tahunan/buah-buahan…………….....1-5 Kg/Tanaman/Tahun Ø Tanaman tahunan/perkebunan/kehutanan ….0,25-2 Kg/Tanaman/Tahun Jadi untuk tanaman padi secara umum memerlukan pupuk organic pada 10-20 ton/ha/tanam (Kompos konvensional) sedangkan 1-5 ton/ha/tanam untuk pupuk organic olahan pabrik. Dengan penambahan pupuk organic sebagai pupuk dasar diharapkan akan memperbaiki kesuburan tanah sehingga dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik untuk mendapatkan pertumbuhan padi yang optimal sehingga produktivitas padi dapat ditingkatkan. HASIL DEMPLOT PADI ORGANIK Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Blahbatuh Kab. Gianyar Propinsi Bali membuat demplot padi organik tepatnya di lahan sawah Subak/Poktan Masceti Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh yang dilaksanakn oleh petani I Wayan Putrajaya. Walaupun tidak seratus persen persyaratan padi organic dapat dipenuhi mengingat lahan tersebut berada di hilir,lingkungan masih mempergunakan pupuk dan pestisida kimia serta sebelumnya masih dilakukan budidaya padi dengan pupuk dan pestisida kimia, tetapi demplot ini sepenuhnya memakai pupuk dan pestisida organic. Demplot padi organik dilaksanakan pada bulan September– Desember 2018. Varietas yang ditanam Cigelis, dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Proses budidaya –panen hampir sama dengan padi umumnya, tetapi demplot ini menggunakan pupuk organik begitu pula dengan bahan pestisida yang digunakan. Hasil Ubinan yang dilakukan pada tanggal 9 desember 2018 di peroleh cukup tinggi yaitu 8,4 ton/Ha. Di kutip dari sumber https://mitalom.com/kebutuhan-pupuk-dan-cara-tepat-pemupukan-tanaman-padi/ hasil gabah tanpa pupuk 2,5 Ton/ha pada tanah yang tidak subur sedangkan pada tanah yang subur didapat lebih dari 4 Ton/Ha. Jadi penggunaan pupuk organic pada denplot ini sudah mampu meningkatkan kesuburan tanah sehingga meningkatkan hasil gabah seperti yang telah disebutkan diatas. Disamping ubinan pada demplot, juga dilakukan ubinan pada lahan sekitar untuk dijadikan pembanding. Walaupun hasil ubinan pembanding dari budidaya non organic lebih tinggi yaitu 9,25 ton/ha tetapi dari segi mutu tentulah padi organic lebih baik. Beberapa kriteria yang mempunyai nilai lebih antara lain rasa nasi lebih enak, lebih awet disimpan, warna lebih menarik dan pasti lebih sehat karena tidak mengandung residu bahan-bahan kimia. Berdasarkan hasil kegiatan demplot ini perlu dilakukan demplot lagi untuk mencari dosis pupuk organic yang tepat ataupun modifikasi penggunaan pupuk organic dan pupuk anorganik yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sehat. Dengan adanya kegiatan demplot padi organik ini diharapkan penggunaan pupuk kimia bisa di kurangi atau bahkan di tinggalkan. Produk pertanian yang tidak mengandung residu bahan kimia berbahaya disukai konsumen saat ini dan masa mendatang, karena masyarakat yang telah memahami tentang kesehatan akan memilih dan mengkonsumsi makanan yang tidak merugikan kesehatan tubuh. Sumber: https://alamtani.com/pupuk-organik https:/rezatripamungkas.blogspot.com/2016/10/pemupukan-organik-padi-sawah.html https://mitalom.com/kebutuhan-pupuk-dan-cara-tepat-pemupukan-tanaman-padi/https://unsurtani.com/2017/01/dosis-pemupukan-pupuk-organik-padat-pada-tanaman