Jagung merupakan tanaman pangan ke dua utama setelah padi, yang banyak di perlukan untuk bahan makanan, pakan ternak dan bahan baku industri. Peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan. Penggunaan pupuk organik pada tanaman jagung yang selama ini banyak di gunakan cenderung tidak di dasarkan pada kebutuhan tanaman. Pemupukan di maksudkan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman dalam jumlah yang cukup seimbang, dengan harapan dapat menunjang pertumbuhan vegetative dan generatife tanaman yang mengarah pada produksi yang tinggi dan bermutu baik. Pupuk yang sering digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah pupuk anorganik , namun penggunaan pupuk organik secara terus menerus dapat merusak pH tanah, unsure haranya mudah hilang dan sedikit mengandung unsur mikro. Hal ini menyebabkan penggunaan pupuk organic perlu di imbangi dengan anorganik. Pupuk organik merupakan hasil akhir dari perubahan atau penguraian bagian bagian tanaman dan binatang kecil. Pupuk organik berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah sehinggah dapat menyediakan hara dalam jumlah berimbang yang dapat di manfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada umumnya pupuk organik mengadung unsure hara makro yang dibutuhkan tanaman. Zat hara dalam pupuk organik mengalami perubahan bentuk ke bentuk tersedia dan dapat mencegah terjadinya erosi,mengurangi terjadinya retakan tanah, meningkatkankan kelembababn tanah dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik cair sangat efektif untuk pemupukan pada tanaman jagung karena unsure hara yang di perlukan dapat langsung di serap oleh tanaman, beberapa unsure yang di semprotkan pada tanaman adalah unsure N,P,K,S,Ca, Mg serta unsure hara mikro. Pupuk Organik cair memiliki keunggulan dalam meningkatkan produksi atau panen sampai 0% mencegah dan mengurangi gugur buah dan bunga, memperkuat jaringan batang dan akar, berfungsi sebagai karalisator sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar hingga 50 %, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, ,mempercepat panen. Penggunaan pupuk organik cair sesuai dengan dosis/konsentrasi yang dianjurkan pada tanaman jagung dapat memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi yang optimal. Disusun oleh: Rahmi Apriaty, SP Penyuluh pertanian Pertama WKPP desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu Kabupaten kepulauan Selayar, Sul - Sel