Pengelolaan Tanaman Terpadu Ubikayu dengan Teknologi Sisitem Tanam Ganda (Double Row)
Pengelolaan Tanaman Terpadu dengan Teknologi Sistem Tanam Ganda (Double Row)Ubikayu (Manihot esculenta crantz) merupakan sumber karbohidrat dan kalori. Ubikayu berfungsi sebagai penyangga ketahanan dan keamanan pangan, diversifikasi pangan, bahan baku industri dan ubikayu dikenal sebagai pangan yang banyak manfat baik ubinya maupun pucuk daunnya.Ubikayu merupakan komoditas unggulan provinsi Lampung, dan dikecamatanTerusan Nunyai Lampung Tengah pada khususnya. Dari zaman dahulu sampai sekarang banyak dijumpai dan dibudidaya tanaman ini diseluruh desa di kecamatan Terusan Nunyai.Potensi hasil Ubikayu 50-60 ton/ha dengan menggunakan sistem tanam ganda (double row) dengan menggunakan varietas UJ-5 dan pemupukanBerbagai masalah yang ada di kecamatan Terusan Nunyai adalah sebagai berikut:1. Lahan untuk menanan ubikayu bersaing dengan tanaman Tebu yang termasuk dalam 7 komoditas Nasional2. Harga ubikayu yang sangat fluktuatif, harga bisa sangat turun pada musim hujan3. Hasil panen yang terus menurun, karena tidak adanya rotasi tanaman, dan tingkat kesuburan tanah yang semakin menurun, mengingat tanaman ubikayu sangat rakus dengan unsur hara.4. Kurangnya penggunaan pupuk organik oleh petaniUpaya untuk meningkatkan penghasilan petani adalah dengan sistem tanam ganda (double row)Disela-sela tanaman ubikayu bisa ditanami jagung, kacang tanah, kacang hijau atau kedelai. Dengan sistem tanam ini bisa menghemat bibit/stek batang singkong yang digunakan, populasi tanaman per ha juga berkurangsehingga tanaman tidak berebut unsur hara dan bisa tumbuh dan berkembang dengan umbi yang lebih besar. Sebagian petani beranggapan bahwa semakin rapat tanaman semakin banyak hasil/tonase panen yang dihasilkan, tetapi ternyata dengan sistem tanam ganda (double row) hasil petani bisa meningkat.