Modernisasi pertanian saat ini mulai bergerak pelan tapi pasti menyentuh setiap tahapan usaha pertanian khususnya padi. Alat mesin panen Combine Harvester awalnya terasa aneh bagi petani untuk bisa dimanfaatkan secara maksimal. Namun seiring proses berjalannya waktu tidak lama kemudian Combine Harvester menjadi keharusan kehadirannya saat musim panen padi. Bagi pengusaha jasa alat mesin pertanian ini merupakan peluang bisnis yang cukup menguntungkan, sebut saja di Kabupaten Sambas PT. Wilka Bumi Lawindo menambah armada mereka, Combine Harvester, Traktor Roda Empat dan rencananya alat penyemprotan pengendalian hama,penyakit dan gulma. Pemerintah telah memberikan bantuan alat mesin pertanian besar-besaran kepada Gapoktan dan Kelompok Tani, dilapangan kita melihat banyak alat mesin bantuan pemerintah yang tidak digunakan bahkan menjadi barang rongsokan. Hal ini disebabkan karena kelembagaan kelompok tani maupun Gapoktan belum menjalankan fungsinya dengan baik yaitu sebagai kelas belajar, wadah kerjasama dan unit produksi. KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani) Tebas Gemilang Jaya dan BPTP Kalimantan Barat menjalin kerjasama dalam mengoptimalkan penggunaan alat mesin pertanian yang ada diseluruh kecamatan Tebas dalam program UPJA Smart Mobile. Pengembangan UPJA diarahkan untuk mengoptimalisasikan penggunaan alsintan dan mempercepat alih teknologi alsintan kepada masyarakat pertanian di perdesaan, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dalam satu satuan waktu pada luasan tertentu, mendukung pemanfaatan air irigasi bagi tanaman mendukung Pelayanan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), mempercepat dan meningkatkan mutu pengolahan tanah, mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan mutu dan pengolahan hasil serta meningkatkan efisiensi produksi, melestarikan fungsi lingkungan, mengatasi kekurangan tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja baru di perdesaan guna menarik minat tenaga kerja muda dan menumbuh-kembangkan kelembagaan bisnis yang terkait dengan pengembangan sistem agribisnis di perdesaan.