PENGEMBANGAN KAWASAN BAWANG MERAH MELALUI KEGIATAN SL-GAP
Komoditas Bawang Merah merupakan sayuran rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan sehari hari dan digunakan sebagai obat. Budidaya Bawang Merah pada umumnya belum menggunakan benih unggul bermutu dengan penerapan teknologi yang belum mengikuti kaidah budi daya yang benar. Hal ini mengakibatkan usaha agribisnis bawang merah belum memberikan hasil yang optimal.Dalam upaya meningkatkan produksi dan usaha agribisnis bawang merah masi banyak kendala, diantaranya yang terkait dengan masalah teknis, social-ekonomi, dan kelembagaan. Untuk memecahkan permasalah tersebut diperlukan dukungan inovasi teknologi berikut system pengembangannya yang sesuai dengan meningkatkan pruduktifitas dan efisiensi usaha, kualitas dan nilai tambah produk, serta perluasan areal baruUntuk mencapai sasaran dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani perlu adanya terobosan teknologi dan kebijaksanaan yang mendukung iklim berusaha tani seperti peningkatan mutu intensifikasi pertanianSejalan dengan hal tersebut untuk meningkatkan Penyuluhan dalam penguasaan dan transper teknologi kepada para petani, maka Perlu mengadakan metode Penyuluhan berupa kegiatan SL-GAP ( Sekolah Lapang Good Agriculture Practices) Budi Daya Bawang Merah. Yang menitik beratkan pada:1. Perbaikan tingkat kesuburan lahan2. Penerapan teknik budidaya secara benar3. Perbaikan penanganan pasca panenKegiatan SL-GAP ini diselenggarakan di kelompok tani Alamanda, yang diikuti sebanyak 20 orang petani Bawang Merah. Dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian, Mantri Tani dan Petugas hama Penyakit. Penulis : EKO MAINAL SUCAHYO, SP WKPP Kapongan IV