Loading...

PENGEMBANGAN PADI LOKAL

PENGEMBANGAN PADI LOKAL
PEMANFAATAN PADI LOKALPada umumnya pemasaran beras lokal masih terpusat di kabupaten Bulukumba meskipun terkadang pedagang dan atau konsumen membawa ke luar dari kabupaten Bulukumba Harga beras lokal ini relatif cukup mahal karena ketersediaanya terbatas. Penyediaan varietas yang bermutu akan meningkatkan kualitas beras unggul lokal , sehingga dapat meningkatkan daya saingnya.Upaya ini akan meningkatkan perekonomian khususnya Pemerintah Daerah kab.bulukumba.Pelestarian plasma nutfah dan kebutuhan dasar budaya.Tingkat adaptasi dan ketahanan hama/penyakit. 1. Silsilah Padi LokalAsal mula padi di yakini bahwa padi dilahirkan bersama-sama dengan manusia pertama, sehingga padi di Bulukumba dianggap benda hidup hanya tidak bernyawa akan tetapi ada rohnya . Orang Bulukumba menyatakan “Passempun nyawa“ artinya padi penyambung napas dan mempunyai roh dan tahu tentang ritual manusia, sehingga dalam perlakuannya banyak pantangan-pantangan/pamali. Sebagai contoh padi itu pantang sekali dipukul-pukul atau diinjak, karena padi tersebut pasti akan menangis. Menurut Lontara Bulukumba asal padi dinyatakan dalam bentuk kalimat sastra Bulukumba “Tau riakkianareng massamangi messuna asewe pole rilaleng tambung loppoe, siule riampo mancaji maega” ( artinya manusia dilahirkan bersama - sama/beriringan dengan padi, dilahirkan/keluar dari dalam tumpukan padi, yang dihambur dari satu malai yang akhirnya menjadi banyak ) Menurut sejarah nenek moyang di Kabupaten Bulukumba terdapat 2 (dua) jenis padi yang pertama kali di budidayakan oleh petani yaitu : Padi berekor ( berbuluh) dan padi tidak berekor ( tidak berbuluh)Dalam sastra Bulukumba percakapan kedua jenis membagi fungsi dan peran. Padi berbuluh meminta dengan sopan kepada padi tidak berbuluh dan disepakati masing masing, setelah padi berekor turun dari tumpukan untuk disepakti. Padi berekor diperuntukkan umumnya dimasak untuk tamu ,acara ritual budaya,pesta pernikahan,Syukuran, dan acara kemasyarakan lainnya. Sedangkan padi tidak berekor untuk konsumsi sehari hari. Penamaan padi secara spesifik berdasrkan kegunaan fungsi peran dan sifat pertumbuhannya keduanya masing masing naik diatas pohon enau diputuskan nama sesuai dengan sifat dan kegunaannya itulah sebabnya malai padi mirip dengan buah enau. Padi berekor umumnya sejenis beras ketam hitam dan ketam merah yang bentuk pertumbuhan batangnya tinggi sedangkan padi tidak berekor beras biasa yang diperuntukkan kebutuhan sehari hari warna beras putih dan merah. 2. Jenis jenis padi lokal bulukumba.2.1 Padi berekor/berbuluh• Beras Ketan hitam Kalengkere• Beras Ketan merah• Beras Ketan putih• Beras Ketan hitam bakka2.2 Padi tidak berekor• Padi lokal Bulukumpa ( beras putih )• Padi lokal Kindang ( beras merah3. Pemanfaatan Padi LokalPadi lokal dikembangkan berdasarkan Skala kebutuhan dan kesesuaian iklim yang pemanfaatannya meliputi : Acara ritual budaya,hari raya Islam,Pesta Pernikahan dan acara lain yang secara tradisi dilakukan masyarakat setiap tahun membutuhkan beras lokal ketam hitam,Putih dan merah. Kebutuhan sehari hari beras lokal merah dan putih yang dikembangkan secara spesifik pada daerah pegunungan yang cukup beradaptasi dan tahan terhadap OPT.(Penyakit Blas ) Penyiapan benih pada Musim tanam berikutnya yang telah diseleksi pada saat panen.4. Penyiapan benih padi LokalUntuk mendapatkan benih padi lokal yang berkwalitas diawali dengan perlakuan Pemurnian (sebagai benih sumber) berdasarkan rencana pengembangan :• Jenis Varietas yang akan dikembangkan• Luas areal pengembangan padi Lokal• Lokasi penangkaran (UPB) Pelaksana5. Lokasi Pengembangan dan Pemanfaatan5.1 Padi lokal ketan hitam, merah dan putih di kembangkan di Kecamatan Kajang untuk kebutuhan acara ritual budaya dalam kehidupan berumah tangga secara turun temurun dilakukan setiap tahunnya ( Kalomba ) sitiap kelahiran anak dan acara budaya lain di kawasan Adat Amma Toa Kajang dan kebutuhan hari raya dan acara pesta pernikahan,pengislaman anak dll.5.2 Padi Lokal beras biasa putih di kembangakan di kecamatan Bulukumpa pada daerah pegunungan untuk kebutuhan sehari hari yang sudah cukup beradaptasi lingkungan dan tahan terhadap Blas dan Tungro. ( Lokal Bulukumpa ) terdaftar Kementan tahun 2017.5.3 Padi Lokal beras merah dikembangkan di Kecamatan kindang secara spesifik pada derah ketinggian merupakan kebutuhan sehari hari dan Juga sudah beradaptasi dengan lingkungan tahan terdap Penyakit Blas dan tungro (Lokal Kindang ) terdaftar Kementan tahun 20176. Anasisa Ekonomi Padi Lokal JENIS PADI LOKAL HASIL NILAI (RP/HA ) GKP( QT/Ha) GKG (KG) KONV.BERAS (KG) HARGA(RP/KG) Kindang 70 5.450 3.549 12.500 44.362.500 Bulukumpa 60 4.680 3.042 10.000 30.420.000 Ketam Hitam Kalengkere 70 5.600 3.549 13.500 47.911.500Ketam Hitam Bakka 65 4.680 3.042 13.000 39.546.000 Ketan Merah 55 4.290 2.788 13.000 36.244.000 Ketan Putih 60 4.680 3.042 12.000 36.504.000 Penulis : H.Tamsil Penyuluh Kabupaten Bulukumba (Ketua Assosiasi Penagkar Benih Padi Sipakatau ) htamsil127@gmail.cpmSumber : Assosialsi Penangkat Benih Padi Sipakatau Kabupaten Bulukumba Prov.Sul - Sul