Loading...

PENGENALAN DAN KEUNTUNGAN METODE SRI PADI SAWAH

PENGENALAN DAN KEUNTUNGAN METODE SRI PADI SAWAH
PENGERTIANSRI (System Rice of Intensification) adalah metode tanam padi sawah dengan satu bibit per lubang tanam dengan bibit muda dan merupakan teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 %, bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100 %. Tahapan Budidaya Padi Sawah Sistem SRI1. Kebutuhan benih 5 - 7 Kg/Ha2. Bibit dipersemaian dicabut umur 10-12 hss,ikut sertakan tanah yang melekat pada bibit 3. Jumlah bibit ditanam 1 bibit/lubang tanam 4. Menggunakan pupuk konvensional dan PPC5. Penyiangan dengan manual dan herbisida 6. Penanggulangan OPT dengan Pestisida anjuran 7. Pengairan secara intermiten/Macak-macak Persemaian? Persemain dengan sistem SRI dilakukan di dalam talam/nampan ? Dengan campuran tanah dan kompos,dengan perbandingan 1:1? Setelah itu benih di taburkan dengan jarak yang tidak terlalu rapat Pengolah Tanah dan Jarak Tanam? Frekuensi pengolahan tanah, dibajak 3 kali digaru 2 kali selang waktu dua minggu dengan struktur lumpur dan rata? Kedalaman lapisan olah 20 Cm? Pembuatan jarak tanam dengan alat 30 Cm X 30 Cm Tanam ? Bibit ditanam berumur 1-12 hari sebanyak 1 bibit/lubang tanam ? Populasi tanaman 111.111 rumpun per hektar Pemupukan ? Pupuk Dasar Urea = 100 Kg/Ha SP 36 = 50 Kg/Ha? Susulan I Urea = 50 Kg/Ha NPK = 100 Kg/Ha KCl = 100 Kg/Ha? Susulan II Urea = 50 Kg/Ha ZA = 50 Kg/Ha? Pemberian POC : pada umur 10 Hst, 20 Hst,& 30 Hst Penanggulangan OPT? Semprot dengan Fungisida pada umur 45 hst ? 7 hari sekali semprot dengan pestisida organik sampai menjelang panen Pengairan? Pengairan dilakukan minimal 3 kali : a. Umur 10 hst, b. Umur 20 hst dan c. Umur 30 hst ? Pengairan di lakukan dengan sistem intermiten/macak-macak dengan ketinggian 0,5 -2 cm Pengendalian OPT? Pengendalian OPT dilakukan dengan konsep pengendalian terpadu (PHT) serta mempergunakan pestisida secara selektif Panen ? Tanam padi sistem SRI,sudah dapat di panen apabila bulir masak menguning 90 – 100 %.? Tanam padi sistem SRI dipanen pada umur tanaman 95 hari setelah tanam,lebih cepat dapat dipanen 15 hari dari yang biasa dilakukan petani. KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN MENGGUNAKAN METODE SRI (System Of Rice Intensification)1.Irit dalam penggunaan benihPenggunaan benih dalam SRI (System of Rice Intensification) ini cukup hemat jika dibandingkan dengan menggunakan metode pola budidaya pada umumnya yang petani lakukan, penggunaan benih untuk metode SRI ini menggunakan benih sebanyak 5-7 kg/ha jauh jika dibandingkan dengan pola tanam biasa yang membutuhkan benih 25kg/ha.2. Meningkatkan jumlah anakandengan menggunakan metode SRI pertumbuhan anakan menjadi meningkat bisa mencapai dua kali lipat, dengan menggunakan bibit yang hanya 1 batang perlubang bisa tumbuh anakan sekitar 40 sampai 50 per rumpun tanaman padi, jika dibandingkan dengan konvensional yang hanya 17 sampai 24 anakan yang tumbuh.3. Meningkatkan potensi hasilMenggunakan metode SRI ini bisa membantu meningkatkan potensi hasil panen, potensi panen jika menggunakan metode SRI bisa mencapai 10 ton/ha tergantung pada pemeliharaan dan kebutuhan unsur hara yang tersedia.4. Irit penggunaan pupuk kimiaMetode SRI (System of Rice Intensification) ini baik untuk tanah dan ekosistem, karena penggunaan pupuk kimia yang dikurangi dan diganti dengan menggunakan pupuk organik baik pemupukan saat pengolahan maupun pemupukan pada umur-umur tanaman tertentu.5. Baik untuk lingkungan (tanah, air dan udara)SRI (System of Rice Intensification) ini baik bagi lingkungan terutama pada tanah, tanah yang semula asam karena terlalu seringnya penggunaan pupuk urea yang berlebihan dengan menggunakan metode SRI membantu tanah menjadi netral kembali karena dalam metode SRI ini menggunakan organik sebagai pengganti pupuk kimia yang diberikan6. Meningkatkan rendemen berasJika metode SRI ini dilakukan secara berkelanjutan maka akan membantu meningkatkan kadar rendemen yang ada didalam beras, sehingga beras akan menjadi lebih kuat dan berbobot tinggi jika ditimbang dan tidak patah ketika digiling. Penulis JIBSA KETAREN, SPNIP. 19811120 201706 1 002