Jagung sebagai bahan pangan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Disamping itu jagung digunakan pula sebagai bahan makanan ternak (pakan) dan bahan baku industri.Penggunaan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan. Sementara ketersediaannya dalam bentuk bahan terbatas. Hingga saat ini poduksi jagung belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga sebagian diimpor dari beberapa negara produsen.Salah satu faktor pembatas dalam usaha pengamanan produksi jagung adalah gangguan hama yang dapat menyerang sejak mulai tanaman tumbuh hingga menjelang panen. Hama bisa menjadi penghambat keberhasilan panen bila tidak dikendalikan, keberhasilan dalam mengendalikan hama akan mengamankan produksi, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang jenis hama serta cara pengendaliannya.Beberapa jenis hama yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung adalah penggerek batang, penggerek tongkol, lalat bibit, ulat tanah, lundi atau uret, ulat grayak, belalang, dan yang sangat dominan adalah penggerek batang dan penggerek tongkol.A. Hamaa. Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis Hubn.)Hama ini menyerang tanaman jagung sejak tanaman jagung berumur satu bulan setelah tanam sampai terbentuk tongkol. Bahkan pada saat terjadi proses pemasakan tongkol pun ulat masih menyerang juga.Gejala serangan hama ini menyerang bagian daun, batang, dan tongkol. Akibatnya menimbulkan gejala berupa bekas gerekan atau lubang gerekan melintang dan kadang-kadang memanjang. Gejala serangan yang khas adalah terdapatnya kotoran larva berupa serbuk gergaji berwarna putih. Pengendalian : Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: 1. Penanaman serempak 2. Pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang hama, diantaranya tanaman dari jenis sayur-sayuran, misalnya tomat, bawang merah.3. Sanitasi gulma atau rumput liar4. Aplikasi insektisida apabila ditemukan satu kelompok larva yang baru menetas per 30 tanaman atau pemberian insektisida butiran pada pucuk tanaman pada umur 40 hari setelah tanam sebanyak 10 kg/ha. b. Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hubn.)Gejala Serangan, menyerang tongkol dan pucuk tanaman dan akhirnya tanaman mati. Tongkol dan biji jagung rusak atau bolong-bolong. Serangan berat menyebabkan tongkol dan biji yang terserang busuk berulat. Bunga jantan (malai) diserang sehingga tidak akan berkembang menjadi malai.Pengendalian : Pengendalian hama penggerek tongkol dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: (1) Menanam varietas jagung yang tongkolnya tertutup rapat dengan kelobot.(2) Memanfaatrkan agens hayati seperti parasit telur Trichogramma nana dan Ha-NPV.(3) Mematikan ulat tongkolB. Penyakit Seperti halnya hama, penyakit dapat menyebabkan kegagalan panen jagung. Beberapa penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman jagung sebagai berikut.a. Penyakit Bulai (downy mildew)Penyakit bulai merupakan penyakit penting bagi tanaman jagung. Oleh karena itu, salah satu kriteria varietas jagung unggul harus tahan penyakit ini. Serangan penyakit ini mulai terjadi pada umur dua minggu setelah tanam. Penyebab penyakit bulai adalah cendawan Peronosclerospora maydis.Gejala Serangan : Ciri khas gejala serangan penyakit bulai adalah terjadinya garis-garis kuning pada daun jagung. Garis-garis kuning tersebut berukuran lebar dan tertutup oleh tepung putih. Daun jagung yang sakit berwarna kuning keputih-putihan atau kuning kehijauan, kaku dan batangnya memendek. Bila tanaman jagung masih kecil terserang penyakit ini, pertumbuhannya terhambat (kerdil) dan daun-daunnya berwarna bulai (kuning keputih-putihan). Bila tanaman jagung dewasa yang terserang bulai, pembentukan tongkol terhambat atau tidak sempurna dan kecil-kecil.Pengendalian : Pengendalian penyakit bulai dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :(1) Menanam varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, seperti jenis hibrida, Arjuna.(2) Perlakuan benih sebelum tanam dengan Trichoderma sp, Gliocladium sp.(3) Perlakuan benih sebelum tanam dengan fungisida sebanyak 5-7 g per kg benih jagung(4) Mencabut dan memusnahkan tanaman jagung yang sakit berat(5) Melakukan perbaikan aerasi dan drainase tanah agar keadaan kebun tidak lembab(6) Pergiliran (rotasi) tanam dengan yang bukan tanaman sefamili. b. Penyakit Busuk tongkol dan busuk biji Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada saat musim hujan. Akibatnya tongkol akan memiliki ukuran yang tidak normal (membesar). Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium Gejala serangan ; Tanaman yang terserang dapat diketahui dengan cara pembungkus tongkol dibuka, bila terserang biji jagung yang berwarna merah jambu atau merah kecoklatan berubah menjadi coklat sawo matang. Akibatnya serangan tersebut, biji jagung menjadi busuk dan rusak.Pengendalian : Cara pengendalian penyakit ini yaitu :(1) Penanaman jagung varietas unggul, misalnya jenis hibrida(2) Penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman palawija lainnya(3) Pengaturan jarak tanam(4) Perlakuan benih atau pencampuran benih yang akan ditanam dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan terkena(5) Penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukangejala serangan. Penyusun : Sundari Sumber : Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, 1992. Pedoman Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Jagung. Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, Jakarta. 22 Hal.