Loading...

Pengenalan Hidroponik dan Aquaponik Sayuran

Pengenalan  Hidroponik dan Aquaponik Sayuran
Tanaman hortikultura sayur-sayuran merupakan salah satu pangan penting yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu tanaman hortikultura sayur-sayuran adalah sawi. Sawi dapat dibudidayakan dengan media tanam berupa tanah, dengan system hidroponi, maupun dengan system akuaponik di lahan terbatas. Hasil tanaman hortikultura mempunyai sifat khusus di antaranya adalah mudah atau cepat busuk (perishable), bila disimpan tanpa perlakuan khusus, misalnya dengan suhu rendah (4ËšC) atau pelapisan lilin, karena dipanen dalam bentuk segar. Sejak panen sampai pasar memerlukan penanganan secara cermat dan efisien karena akan mempengaruhi kualitas dan harga pasar. Kedua memiliki nilai estetika, jadi harus memenuhi keinginan masyarakat umum. Keadaan ini sangat sulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, namun dengan biaya tambahan kesulitan itu dapat diatasi. Ketiga produksi umumnya musiman, beberapa diantaranya tidak tersedia sepanjang tahun. Keempat memerlukan area yang besar, menyebabkan ongkos angkut menjadi besar pula dan harga pasar yang tinggi. Harga produk ditentukan oleh kualitaas, bukan kuantitas. Kelima memiliki daerah penanaman (geografi) yang sangat spesifik. Tanaman sayuran sebagai salah satu bagian dari komoditi hortikultura merupakan sumber vitamin, serat dan fitokemikal yang memegang peranan penting dalam keseimbangan kesehatan manusia. Disamping itu, tanaman sayuran berpotensi sebagai penambah estetika di pekarangan. Sayuran dikenal mengandung sejumlah besar mineral, vitamin dan asam amino esensial yang dibutuhkan dalam fungsi normal proses metabolik manusia dan juga menetralisir asam-asam yang dihasilkan selama proses pencernaan Sawi (Brassica juncea L.) merupakan tanaman hortikultura yang penting karena bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Sayuran ini dapat dikonsumsi, baik setelah diolah maupun sebagai lalapan. Sawi mengandung vitamin A, C serta sedikit vitamin B. Setiap 100 gram daun sawi mengandung 1.940,0 mg vitamin A, 102 mg vitamin C dan 0,09 mg vitamin B. Zat gizi lain yang ada pada sawi adalah 2,3 g protein, 4,0 g karbohidrat dan 0,3 g lemak sehingga sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi. Media tumbuh yang tepat merupakan salah satu syarat keberhasilan budidaya tanaman utamanya budidaya tanaman dalam wadah. Media tumbuh seperti tanah merupakan media alam untuk pertumbuhan tanaman. Tanah menyediakan unsur-unsur hara sebagai makanan untuk pertumbuhan tanaman, tanah mengandung 50% ruang pori-pori, 25% air dan lainnya diisi oleh udara. Keadaan tanah memegang peranan penting dalam pertumbuhan tanaman terutama pertumbuhan akar. tanah sebagai media tanam dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan organik dan anorganik. Bahan-bahan organik yang dapat digunakan adalah sisa-sisa tanaman dan kotoran, antara lain pupuk kandang dan bokashi, selain menggunakan media tanam berupa tanah, sawi dapat juga ditanam dengan system hidroponik dan akuaponik. Hidroponik merupakan salah satu cara bercocok tanam yang memanfaatkan air sebagai media nutrisi yang akan langsung diserap oleh tanaman sebagai penunjang tumbuh tanaman. Pada sistem hidroponik penyiraman tanaman dilakukan secara otomatis dan lingkungan bisa dikendalikan dari hama tanaman. Nurtrisi pada Hidroponik diperoleh dengan mencampurkan formula cair A dan B, biasa disebut dengan pupuk AB Mix. Akuaponik adalah alternatif lain yang bisa digunakan untuk bercocok tanam di lahan terbatas dan nutrisi lebih mudah ditemukan karena memanfaatkan kotoran ikan. (Rachman, Budiyanto, Rosadi, & Kadir, 2015). Akuaponik pada dasarnya terdiri dari budidaya ikan dan pemeliharaan tanaman. Air yang merupakan media budidaya ikan digunakan sebagai sumber nutrisi pada pemeliharaan tanaman, sebaliknya tanaman berfungsi sebagai biofilter untuk air. Biofilter akuaponik merupakan sistem pada teknik budidaya yang mempertahankan kualitas air diatas ambang toleransi selama periode tertentu tanpa mengganggu pertumbuhan ikan yang dipadukan dengan sistem tanaman akuatik. tanaman akuatik secara efektif dapat memanfaatkan unsur hara sehingga memiliki beberapa keuntungan dari efisiensi penggunaan air dan pengurangan pencemaran limbah hasil buangan ke perairan umum. Keuntungan dari sistem ini adalah efiseien dalam pemanfaatan air dan lebih ramah lingkungan, karena kondisi air yang digunakan dapat terkontrol dengan baik Sistem biofilter akuaponik dapat mempertahankan kualitas air, serta merombak ammonia menjadi senyawa yang tidak membahayakan kelangsungan hidup dan pertumbuhan kultivan. Amonia dioksidasi menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas yang kemudian dalam kondisi aerob nitrit dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri Nitrobacter. Nitrat yang dihasilkan merupakan sumber utama bagi tanaman, pada penelitian ini dimanfaatkan oleh kangkung. Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah mengkaji performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup (SR) ikan lele dumbo yang dipelihara dengan sistem biofilter serta mengetahui efektivitas biofilter terhadap penurunan amonia dalam air. (Suyati, SP. Penyuluh Pertanian BPP Pekalongan). Sumber : Rachman, A., Budiyanto, L., Rosadi, R. B., & Kadir, M. Z. (2015). Pertumbuhan Tanaman Sawi Menggunakan Sistem Hidropoik dan Akuaponik. Teknik Pertanian Lampung , 245–254. .