Loading...

PENGENDALIAN GULMA PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG

PENGENDALIAN GULMA PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG
Anak Ratu Aji. Keberhasilan pengendalian gulma merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tingkat hasil tanaman jagung yang tinggi. Gulma dapat dikendalikan melalui berbagai cara 1. Pengendalian mekanis. Secara mekanis petani mengendalikan gulma dengan pengolahan tanah konvensional dengan membajak, dengan menggunakan tenaga mesin atau ternak. Kegiatan ini ering dibarengi dengan cara kimiawi yaitu dengan cara penyemprotan herbisida pra atau purna tumbuh. 2. Pengendalian gulma dengan cara kimiawiCara ini lebih populer digunakan oleh petani yang melakukan budidaya tanman ajagung dengan teknik Tanpa Olah Tanah (TOT). Herbisida memiliki efektifitas yang beragam berdasarkan cara kerjanya, herbisida kontak mematikan bagian tumbuhan yang terkena herbisida, sedangkan herbisida sistemik mematikan setelah diserap dan ditranslokasikan keseluruh bagian jaringan gulma. Pada saat ini telah banyak digunakan herbisida pra dan purna tumbuh yang dapat dipalikasikan sebelum atau sesudah tanam. Herbisida purna tumbuh cukup luas penggunaanya untuk mengendalikan gulma pada saat tanaman jagung sudah mulai terisi penuh atau kurang lebih berumur 75 hari. 3.pengendalian gulma secara terpadu.Pengendalian gulma secara terpadu merupakan konsep yang mengutamakan pengendalian secara alami dengan menciptakan keadaan lingkungan yang merugikan pertumbuhan gulma dan meningkatkan daya saing tanaman utama (jagung) terhadap pertumbuhan gulma. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian gulma secara terpadua) Pengendalian gulma secara langsung dengan cara fisik, kimia dan biologi dan secara tidak langsung melalui peningkatan daya saing tanaman melalui perbaikan teknik budidaya secara intensifb) Memadukan dari kedua cara diatas, yakni cara kimiawi dan mekanisc) Memperhatikan analisis ekonomi dalam pengendalian gulma. Penulis : Maman Suparman