PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEBU DENGAN APLIKASI HERBISIDA
Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang dicanangkan oleh pemerintah dalam hal ini kementrian pertanian menjadi salahsatu sumber swasembada gula nasional. Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memerlukan perhatian intensif dalam budidayanya. Salah satu perhatian tersebut yaitu pengelolaan dan pengendalian gulma. Pengelolaan gulma diperkebunan tebu merupakan salah satu faktor agronomi yang cukup penting. Hal ini disebabkan karena sebagian besar biaya produksi diperuntukan untuk pengendalian gulma baik untuk tanaman yang berumur muda dan tua. Gulma yang ada di pertanaman muda maupun remaja dapat menurunkan tingkat penyerapan hara oleh tanaman tebu. Hal ini disebabkan adanya tingkat persaingan antara gulma dan tanaman tebu. Oleh sebab itu untuk meningkatkan produksi tebu perlu dilakukan pemeliharaan tanaman tebu dengan baik. Salah satu aspek pemeliharaan yang harus menjadi perhatian adalah pengendalian gulma. Tujuan pengendalian gulma sepanjang sela antar tanaman tebu ini adalah untuk menghindari persaingan antara tanaman tebu dengan gulma, sanitasi jalur penempatan pupuk dan memudahkan dalam pengawasan. Pada areal yang luas, pengendalian gulma secara manual sulit dilaksanakan karena semakin sulit mencari tenaga kerja, sedangkan waktu yang tersedia untuk tanaman tebu terbatas. Oleh karena itu perlu dicari metode pengendalian yang lebih mudah dan efisien yaitu dengan pengendalian kimiawi dengan menggunakan herbisida. Metode ini memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit, mudah cepat dan kebun lebih lama bersih. BPP Bunga Mayang merupakan salah satu daerah dengan potensi tanaman tebu bagi Kabupaten Lampung Utara. Pengelolaan gulma pada tanaman tebu menggunakan herbisida dengan kombinasi lebih beberapa herbisida. Pengendalian gulma pertama dilakukan pada tanaman berumur 2 bulan dilakukan dengan penyemprotan herbisida sistemik kombinasi bahan aktif antara 2,4 D (Amcomin) dan ametrin (DK Metrin) masing-masing 2 l/ha. Dengan kombinasi herbisida-herbisida tersebut diharapkan dapat membunuh gulma dengan cepat dan daya penekananya lama. Penyemprotan kedua dilakukan pada saat tanaman tebu berumur 5 sampai 6 bulan, yakni tanaman tebu telah memiliki ruas 4 sampai 5 ruas. Penyemprotan dilakukan menggunakan herbisida kontak berbahan aktif paraquat dengan dosis 2 l/ha. Herbisida ini mampu mengendalikan gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit dan teki. Herbisida ini bersifat kontak dan non selektif. (PT Syngenta, 2002).