Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT KOMODITI JAGUNG DI BPP SERBAJADI KEBUPATEN ACEH TIMUR

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT KOMODITI JAGUNG DI BPP SERBAJADI KEBUPATEN ACEH TIMUR
Jagung merupakan tanaman penting di Dunia, sedangkan di Indonesia yang menjadi Tanaman Strategis Nasional. Sebagian besar penduduk Indonesia mengomsumsi tanaman jagung. Budidaya tanaman jagung harus sangat diperhatikan salah satu pada serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit merupakan kendala dalam budidaya jagung yang menyebabkan rendahnya produktivitas jagung. Hama yang sering dijumpai menyerang pertanaman jagung adalah ulat Penggerek batang jagung, Kutu daun, ulat Penggerek tongkol, dan Thrips. Bulai, Hawar daun, dan Karat adalah penyakit yang sering muncul di pertanaman jagung dan dapat menurunkan produksi jagung. Kursus pada kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang dilakukan di Desa Bunin Rampah, WKPP Bunin Rampah memberikan pembelajaran tentang cara pengendalian hama dan penyakit dengan baik dan benar, seperti cara penyemprotan dan anjuran takaran penggunaan pestisida. Kegiatan kursus dilaksanakan oleh Nurafrizal pada hari jumat tanggal 20 Oktober 2017 dan di bantu (Kepala BBP Serbajadi, BABINSA, Penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya). Petani di Desa Bunin Rampah masih banyak yang salah dan tidak mengerti cara penggunaan pestisida yang baik, cara pengendalian hama dan penyakit antara lain:Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:1. Secara tradisional Pengendalian tradisional ialah pengendalian Secara mekanisme atau penanganan secara langsung dengan cara: Ulat langsung diambil dan dibasmi, Tikus dengan cara digeroyok beramai-ramai, Burung dengan diketapel, Tanaman liar dengan disiangi/dicabuti secara langsung, Mengusir burung, dengan dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung, Dengan penanaman secara serentak, dan Dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit. 2. Modern Pengendalian modern ialah pengendalian hama dan penyakit yang lebih menggunakan bahan kimia, salah satunya mencegah serangan penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia pembasmi jamur/fungi. Misalnya, manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue dan untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan. Penggunaan pestisida seharusnya melihat anjuran atau takaran pemakaian pada kemasan dan botol pestisida, sebaiknya pemakaian pestisida dilakukan pada sore hari agar tidak menguap terkena sinar matahari, dan pemakain pestisida sebaiknya tidak sampai berdampak buruk terhadap predator alami atau musuh alami hama tanaman jagung atau tanaman lain. Kursus pada kegiatan Sekolah Lapang berjalan dengan baik, hal ini tidak terlepas dari koordinasi petani dan penyuluh dan monitoring dan evaluasi kepala BPP Serbajadi (Jumali, SP), dengan kersus diharapkan dapat meningkatkan gairah petani dalam budidaya tanaman jagung. Penulis: Ade Alavan, SP, Nurafrizal, Admin Cyber Extention.