Produksi padi di Indonesia merupakan salah satu produksi terbesar di Asia Tenggara. Wajar jika hampir di setiap daerah, kita menemukan lokasi budidaya padi. Selain itu, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, maka produksi padi dituntut selalu tinggi agar dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional. Petani harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi padi dan menghindari produksi dari berbagai ancaman, termasuk hama dan penyakit. Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman padi adalah keong mas. Berdasarkan data yang dilansir oleh Dinas Pertanian DI Yogyakarta melalui situs distan.jogjaprov.go.id, keong mas dapat menyebabkan kerusakan tanaman mulai dari 10-40%. Biasanya, jenis hama ini menyerang tanaman pada masa vegetatif, terkadang dari masa pembibitan. Cara kerja hama ini dalam merusak tanaman padi adalah dengan mengikis (memarut) jaringan tanaman lalu memakannya. Keong mas atau Pomacea Canaliculata merupakan salah satu hama yang selalu menyerang tanaman padi di sentra-sentra produksi pangan. Umumnya keong mas merusak tanaman padi yang baru ditanam dengan cara memarut jaringan tanaman lalu memakannya. Selanjutnya, bekas potongan daun dan batang yang tersisa akan terlihat mengambang. Sementara itu, serangan parah dapat mengakibatkan tanaman padi yang baru di tanam menjadi habis total. Keong mas berkembang biak dengan cara bertelur. Telur keong mas biasanya diletakan di batang tanaman padi, namun di beberapa tempat seperti sungai, danau ataupun kolam, telur keong mas diletakan di pinggiran kolam seperti di tembok atau di batang-batang kayu. Keong mas sangat menyukai lingkungan berair dan suhu air antara 10-35 oC. Padi yang baru ditanam sampai 15 hari setelah tanam mudah dirusak keong mas, untuk padi tanam benih langsung (tabela) ketika 4 sampai 30 hari setelah tebar. Keong mas melahap pangkal bibit padi muda. Keong mas bahkan dapat mengkonsumsi seluruh tanaman muda dalam satu malam, adanya rumpun yang hilang, dan adanya potongan daun yang mengambang dipermukaan air. Persentase rumpun yang terserang meningkat cepat setelah delapan hari pelepasan keong mas, atau sebelas hari setelah tanam. Proses perkembangan keong mas sangat cepat (60 hari), dalam waktu singkat dapat memakan habis tanaman padi di persemaian dan pertanaman, dimana tanaman yang ada disawah terlihat rumpunnya tidak ada dan tinggal hanya akarnya. Menurut Hendarsih, keong mas mempunyai kebiasaan memakan berbagai tanaman yang lunak termasuk padi yang masih muda. Biasanya keong mas memarut pangkal batang yang berada dibawah air dengan lidahnya hingga patah, kemudian patahan tanaman yang rebah tersebut dimakan. Bila populasi keong mas tinggi dan air selalu tergenang, bisa mengakibatkan rumpun padi mati, sehingga petani harus menyulam atau menanam ulang. Pengendalian keong mas hendaknya memperhatikan dan menerapkan pengendalian hama secara terpadu (PHT), jadi meski tanaman padi telah besar berumur >30 HST pengendalian harus tetap dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk mencegah serangan di musim berikutnya di areal yang sama dan areal sawah sekitarnya. Berikut adalah beberapa cara pengendalian hama keong mas pada tanaman padi. Pemungutan telur keong Sebelum hama keong mas merajarela, maka langkah yang paling tepat untuk pencegahannya adalah dengan memungut dan memusnahkan telur keong mas yang menempel pada pangkal batang dan daun tanaman padi. Menaburkan kapur Jika telur hama keong mas sudah terlanjur berkembang menjadi keong mas dewasa yang mengancam lahan persawahan, maka cara lain yang patut dicoba adalah dengan menggunakan kapur yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Caranya adalah dengan menaburkan kapur tersebut di sekitar lahan, maka hama keong mas akan musnah dengan sendirinya. Pengelolaan air Keong mas aktif pada air yang menggenang, oleh karena itu perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu mengendalikan keong mas. Parit kecil dengan lebar 15-25cm dan dalam 5cm perlu dibuat untuk memudahkan pengeringan dan juga sebagai titik fokus dalam mengumpulkan keong. Penggunaan umpan Membuat perangkap umpan menggunakan dedaunan untuk menarik perhatian keong mas. Daun pisang, tembakau dan pepaya diletakkan di sekeliling lahan atau di tepi-tepi sawah dekat dengan salauran air. Setelah hama keong terperangkap pada daun tersebut, selanjutnya tinggal dilakukan pemungutan dan pemusnahan. Pemanfaatan musuh alami Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam) agar dapat memakan keong mas secara langsung. Pengendalian secara kimia Pengendalian secara kimia ini lebih baik dijadikan sebagai alternatif terakhir jika pengendalian dengan cara mekanis dan alami belum memberikan hasil yang baik. Pestisida yang dapat digunakan adalah yang berbahan aktif Niclos Amida dan Deris. Sebaiknya dipilih produk-produk yang tersedia di toko pertanian yang memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan. Selain penjelasan di atas, perlu diperhatikan juga bahwa pada dasarnya pengendalian keong mas harus didasarkan pada pengetahuan tentang perilaku dan siklus hidup keong mas itu sendiri. Sehingga bagi Anda yang akan melakukan pengendalian, sebaiknya Anda juga perlu mengetahui siklus hidup si keong mas ini terlebih dahulu agar pengendalian berhasil dengan efektif. Oleh : Moh. Syaiful Bahri. Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bandung Sumber: http://8villages.com/full/petani/article/id/5bf61ebc5a1f267709fab20d http://paktanidigital.com/artikel/mengatasi-hama-keong-mas-padi/ https://materipengetahuanumum.blogspot.com/2016/11/gejala-serangan-keong-mas-terhadap-padi.html Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, http://distan.jogjaprov.go.id/teknik-mengendalikan-keong-mas-pada-tanaman-padi/