Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Tanaman tomat merupakan tanaman yang bisa tumbuh disegala tempat, secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl. Tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Indonesia. Budidaya tanaman tomat menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan karena permintaan pasar baik domestik maupun mancanegara akan buah ini selalu meningkat tiap tahunnya. Setiap tanaman pastilah rentan terhadap berbagai hama dan penyakit, seperti halnya tanaman tomat, salah satu hama yang menyerang tanaman tomat adalah Kutu kebul. Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius), merupakan serangga berukuran kecil berwarna putih dan memiliki sayap. Kutu kebul ini memiliki siklus hidup yang sangat singkat sekitar 3-4 minggu. Siklus ini akan jauh lebih cepat jika terjadi pada musim kemarau atau pada dataran rendah dengan suhu yang tinggi. Kutu kebul ialah hama yang menyerang tanaman tomat dengan cara merusak floem atau permukaan bawah daun untuk menghisap cairan berupa nutrisi di dalamnya. Hama ini merupakan vektor penyebar virus gemini dan virus mosaik. Indikasi tanaman yang terserang kutu kebul, antara lain daun melengkung dan keriput, terdapat bintik-bintik pada daun, daun menguning layu hingga akhirnya rontok, pertumbuhan tanaman terhambat sehingga menjadi kerdil, dan gagal berbunga. Cara pengendalianya, yaitu penggunaan benih/bibit yang resisten terhadap kutu kebul, rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman sejenis, sanitasi lingkungan dengan membersihkan tanaman inang atau gulma. Untuk mengobati atuu pengendalian kimiawi dapat mengunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis layak tanda pada kemasan dan dapat disesuaikan dengan keadaan tanaman dan serangan hama. Oleh Heske M. Najoan PPL BPP Wenang Tikala Paal Dua