Hama dan penyakit pada tanaman padi merupakan cekaman biotis yang dapat mengurangi hasil dan bahkan dapat menyebabkam gagal panen, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil panen yang optimum dalam budidaya tanaman padi perlu dilakukan usaha pengendalian hama dan penyakit.Dalam pengendalian hama harus menggunakan konsep pengendalian hama terpadu (PHT) karena dengan PHT dapat memperhitungkan faktor ekologi sehingga pengendalian dilakukan tidak mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbulkan kerugian besar. PHT merupakan panduan beberapa cara pengendalian diantaranya melakukan monitoring populasi hama dan kerusakan tanaman sehingga penggunakan teknologi pengendalian dapat ditetapkan, adapun tujuan pengendalian adalah untuk memaksimumkan keuntungan pendapatan, targetnya adalah beberapa jenis hama dasar yang digunakan adalah ambang kendali hama dan caranya adalah menurunkan kepadatan populasi hama melalui taktik pengendalian. Hama penggerek pada tanaman padi yaitu merupakan salah satu dari beberapa hama yang menyerang padi. Hama penggerek sendiri terdiri dari empat spesies yaitu: 1) penggerek batang padi kuning (Sccirpophagaincertulas (Wkl.)); 2) penggerek batang padi putih (Scirpophagainnotata (Wkl.)); 3) penggerek batang padi bergaris (Chilosupressalis (Wkl.)); 4) dan penggerek batang padi merah jambu (Sesamiainferens (Wkl.)). Pada fase vegetative disebut hama sundep atau mati pucuk bila menyerang tanaman padi yang belum berbunga. Warna bibit padi/tanaman padi yang belum berbunga merah kuning atau merah coklat. Apabila diperhatikan ternyata ujung daun padi telah mati, kering dan mudah dicabut karena daun itu sebebarnya telah putus, digigit ulat yang berada dalam batang tanaman padi. Terlihat ulat didalamnya. Serangan hama sundep kadang-kadang dikira penyakit kresek. Batang yang diserang penyakit kresek bila dipotong kemudian ditekan akan keluar lendir yang berwarna kuning atau putih kekuningan. Pada fase generative gejala kerusakan disebut beluk yang terjadi setelah pembungaan. Hal itu menyebabkan seluruh malai menjadi kering ( hampa) Ciri-ciri hama :Ngengatnya berwarna putih, sayap bila dibentangkan panjangnya lebih kurang 25-30 mm, panjang badannya kurang lebih 11-15 mm. Telurnya berbentukbulat panjang dengan ukuran kurang lebih 0,6 x 0,5 mm dan diletakkan berjejer-jejer seperti letak genting, jumlahnya 150-200 butir ditutupi bahan seperti beledu berwarna coklat muda ulat yang baru menetas warnanya abu-abu, kemudian berubah menjadi kerm muda, kepalanya berwarna lebih tua, kuning coklat, panjang kurang lebih 20-25 mm, kepompong (pupa) berwarna krem muda diselubungi kokon putih, panjangnya 12-17 mm. Larva penggerek dapat berpindah dari satu pelepah ke pelepah lainnya. Pada stadia awal, larva penggerek padi merah jambu dan penggerek padi bergaris dapat berkelompok dalam satu anakan, sedang penggerek padi kuning dan putih ditemukan satu individu pada setiap anakan.Ciri-ciri kerusakan :Kerusakan penggerek padi ditunjukkan oleh adanya :daun tanaman mudah dicabut dari makan, kotoran larva dapat terlihat pada pangkal daun yang dicabut, terdapat kotoran larva dalam batang, perubahan warna luar dan adanya bekas lubang keluar pada pelepah daun dan batang, bulir menjadi hampa pada fase generative. Cara Pengendalian : Pengendalian hama penggerek batang dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :1. Cara kimia yaitu dengan menggunakan pestisida antara lain : spontan, poltus, marathon, reagen, virtako, penalty, prevathon Pengendalian dengan menggunakan pestisida cair yaitu dengan cara penyemprotan (spraying).Yang biasanya disesuaikan dengan kondisi tanaman atau melihat tingkat keparahannya yang biasanya mulai di semprot pada umur 15,30,45 hst. 2. Cara mekanik dengan memanfaatkan lampu dan media perangkap: Kita pakai karakteristik dasar sundep. Sebelum jadi sundep, terlebih dahulu sebagai kupu-kupu. Nah sifat kupu-kupu ini yang bisa kita jadikan acuannya. Kemunculan kupu-kupu sundep harus segera diwaspadai karena jika dibiarkan dalam tempo 8-9 hari hama ini akan bertelur dan menetas dalam bentuk ulat. Ulat ini akan bersembunyi dalam tanaman padi yang sangat sulit untuk dimusnahkan dengan penyemprotan pestisida biasa. Sehingga pengendalian secara fisik-mekanik ini sangat perlu dilakukan.Kupu-kupu suka akan sinar, maka : Ketika terlihat banyak kupu-kupu yang bertebaran disawah, siapkan petromaks, siapkan pula nampan seng sebagai tempat petromaks, cari oli bekas,Nyalakan lampu petromax, harus malam hari, tidak bisa pada siang hari, letakkan lampu diatas nampan yang telah diberi olie bekas, Kupu-kupu sundep yang cuma muncul dimalam hari akan tertarik pada cahaya lampu, dan akan menempel pada lapisan oli di nampan seng. admin BP3K Balai, Kab. Sanggau. KalBar