Loading...

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
I. PENGENDALIAN HAMA SECARA TERPADUPHT adalah memadukan berbagai metode pengelolaan tanaman budidaya dalam perpaduan yang efektif dalam mencapai stabilitas produksi, dengan kerugian minimal mungkin bagi manusi dan lingkungan, PHT meliputi 4 (empat) prinsip dasar :1. Tanaman Budidaya yang SehatTanaman yang memperoleh cukup pemupukan , pengairan, penyiangan gulma dan disertai pengolahan tanah yang baik sebelum masa tanam adalah dasar bagi pencapaian hasil produksi yang tinggi. Perlindungan tanaman terhadap penyakit tergantung pada ketahanan varietas terhadap infeksi dan perkembangan penyakit tanaman.2. Melestarikan dan Mendayagunakan Fungsi Musuh Alami PHT secara sengaja menggunakan dan memperkuat peranan musuh alami yang menjadi jaminan pengendalian ledakan hama.3. Pengamatan Lahan Secara Mingguan PHT menganjurkan pengamatan lahan secara mingguan oleh petani sendiri untuk mengkaji masalah hama yang mungkin timbul dari keadaan ekosistem lahan yang cenderung berubah dan terus berkembang.4. Petani Sebagai Ahli di Lahannya Sendiri Petani perlu memiliki keterampilan untuk memantau sendiri lahannya, menganalisa kondisi yang ada, membuat keputusan yang bijaksana dan mengambil tindakan pengendalian hama yang tepat, praktis dan menguntungkan. II. KEUNTUNGAN PENDEKATAN PHTDitinjau dari berbagai aspek Pengendalian Hama Terpadu, memiliki keuntungan sebagai berikut :1. Aspek Stabilitas Produksi PHT menawarkan metode pengelolaan agroekosistem yang m,enunjang stabilitas produksi dan swasembada pangan.2. Aspek EkonomiPHT berarti pengurangan penggunaa pestisida jauh lelbih sedikit dari jumlah yang cenderung digunakan oleh petani.3. Aspek KesehatanPengurangan penggunaan pestisida untuk akibat jangka panjang dapat mengurangi residu dan penumpukan bahan kimia dalam tubuh manusia sebagai konsumen.4. Aspek LingkunganPHT dapat dipadukan antara teknik budidaya, biologis, fisik (perangkap atau umpan) dan kimia (pestisida organik), sehingga berdampak lebih ramah lingkungan. III. HAMA PENTING PADA PADI 1. WerengAda banyak jenis hama yang sering menyerang padi antara lain wereng coklat, wereng hijau dan wereng putih. Tanaman yang terserang menjadi layu, menguning dan akhirnya mati.2. Walang sangit Hama ini dapat mengurangi kualitas dan kuantitas produksi pada bulir padi.3. Penggerek Batang Serangan yang terjadi pada saat tanaman masih muda dikenal dengan nama “sundep” tanda serangan ini antara lain daun termuda mengering dan mudah dicabut. Serangan yang terjadi pada vase generatif dikenal dengan “beluk” yang mengakibatkan mengeringnya malai.4. GanjurNimfa Hama ini memakan bagian tanaman diantara dasar titik tumbuh dan pucuk tanaman.5. TikusTikus menyerang tanaman padi mulai dari persemaian, stadia vegetatif, maupun setelah membentuk biji.6. Burung Pemakan Biji-bijian Burung pemakan biji-bijian ini hanya memakan biji padi yang sudah berisi, baik masih muda maupun siap panene. IV. PENYAKIT PENTING PADA PADI1. Bercak Coklat 2. Blast3. Tungro