Pangan merupakan komoditas yang sangat strategis karena berpengaruh pada kemanan nasional. Apabila terjadi kekurana pangan maka akan terjadi gejolak. Agar tidak timbul gejolak perlu ketahanan pangan dengan upaya kusus untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Indonesia. Pemerintah padasaat sekarang sedang menggalakan Upaya Kusus Peningkatan Produksi Padi Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale). Upaya ini tentunya tidak lepas dari beberapa hal yang dapat menyebabkan kegalan. Salah satu kendala adalah adanya serangan hama.Hama utama yang sering menyerang di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah adalah maha tikus. Untuk mencegah serangan hama tikus perlu dilakukan upaya kusus oleh Gabungan Kelompok KaryaTani dan kelompok tani Desa Karanggedang mengunakan burung hantu. Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah mempunyai lahan sawah seluas 142 Ha dan merupakan salah satu daerah penyanggah stok beras nasional untuk Wilayah Banyumas bagian Selatan. Produktivitas rata-rata mencapai antara 6 – 7 Ton/Ha gabah kering panen (GKP). Produktivitas ini dapat naik turun tergantung ada dan tidaknya serangan hama terutama hama tikus.Pencegahan hama tikus dengan burung hantu telah dilakukan oleh kelompok tani dengan cara membuat rumah Burung Hantu (Rubuha) yang dibuat secara sederhana dengan menggunakan papan dan bambu,karena keterbaratasan dana sehingga tidak tahan lama. Adapun upaya untuk membuat rumah burung hantu yang permanen agar lebih tahan lama, Gabungan Kelompok Tani Karya Tani Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas yang didampingi Penyuluh Pertanian BP3K Kecamatan Sumpiuh mengupayakandengan untuk mengajukan proposal bantuan dana ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Purwokerto. Pengajuan proposal permohonan dana tersebut dapat terealisir sebesar Rp 15.000.000,- untuk membuat 10 bangunan rumah burung hantu. Pencanangan pembuatan rumah burung hantu dipusatkan di Desa Pandak Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bapak Ramdan Deny Prakoso dan peresmiannya di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh oleh Wakil Bupati Banyumas Bapak dr. Budhi Setiawan pada tanggal 6 Oktober 2016. Jumlah rumah burung hantu yang diresmikan sejumlah 32 buah dengan rincian Desa Karanggedang 12 buah dan Desa Pandak 20 buah.Jumlah rubuha di wilayah BP3K Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah bantuan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto sejumlah 56 buah. Harapan kedepan diwilayah BP3K Kecamatan Sumpiuh menjadi Kampung Rumah Burung Hantu. Adanya jumlah rumah burung hantu yang banyak kendala serangan hama tikus dapat ditekandan produktivitas dapat meningkat.Burung hantu tidak dapat membuat rumah atau sarang sebagai tempat bertelur lain dengan burung yang lain dapat membuat sendiri. Ketidak mampuannya membuat sarang sendiri, maka dibuatkan rumah atau sarang. Pembuatan rumah di lahan sawah dengan harapan burung hantu dapat berkembang biak di tempat yang mangsanya yaitu hama tikus atausebagai tempat singgah untuk mengintai tikusuntuk dimangsa.Burung hantu mampu memangsa tikus 10-15 ekor per hari dan dapat membuat hama tikus takut sehingga mengurangi serangan terhadap tanaman padi. Pengendalian hama tikus dengan burung hantu sangat ramah lingkungan dan efektif.Banyaknya rumah burung hantu yang dibuat, diharapkan populasi burung hantu dapat meningkat sehingga dapat menekan populasi hama tikus karena dimangsa. Keadaan ini perlu didukung oleh masyarakat karena penting untuk kelestarian populasi burung hantu dan perlu Peraturan larangan penangkapan dan pembunuhanburung hantu. Penulis : Heri Santosa, SP.- Penyuluh Pertanian Muda(PPL BP3K Kecamatan Sumpiuh).