Loading...

Pengendalian Hama Utama Tanaman Padi Sawah (penggerek Batang)

Pengendalian Hama Utama Tanaman Padi Sawah (penggerek Batang)
Di Indonesia diketahui terdapat 4 (empat) jenis hama penggerek batang yang sering menyerang tanaman padi yaitu :- Penggerek batang Padi Putih- Penggerek Batang Padi Bergaris- Penggerek Batang Padi- Penggerek batang Padi Kuning dan- Penggerek batang padi merah jambu Karakteristik penggerek batang padi putih :• Kelompok telur, larva dan pupa mirip penggerek batang padi kuning• Larva mampu berdiapause selama musim kemarau di dalam pangkal batang singgang/tunggul• Masa terbang ngengat pada awal musim hujan terjadi hampir bersamaan• Tanaman inang adalah padi, padi liar, beberapa jenis rumput dan tebu Dinamika populasi penggerek batang padi putih sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan terutama faktor iklim (curah hujan), irigasi dan musuh alami. Gejala SeranganHama penggerek batang termasuk hama paling utama pada tanaman padi, dapat menyerang tanaman mulai dari fase vegetatif maupun generatif. Penyerangan di awal pertumbuhan tanaman (fase vegetatif) dapat menyebabkan pucuk tanaman padi menjadi kering dan mati karena batangnya digerek oleh ulat (larva) dari hama ini dari bagian dalam batang. Serangan hama penggerek batang pada fase ini secara umum oleh petani dikenal dengan Hama Sundep. Larva dari hama ini hidup di bagian dalam dari batang sehingga pengendalian dengan insektisida yang bersifat kontak kurang efektif. Oleh karena itu pengendalian di fase awal yaitu pada saat serangga (imago) hama ini meletakkan kelompok telurnya di permukaan pelepah daun akan lebih efektif atau dapat juga digunakan insektisida sistemik seperti dengan insektisida berbahan aktif karbofuran.Serangan hama penggerek batang pada fase generatif dikenal dengan nama Hama Beluk. Bila serangan pada fase ini cukup berat dapat menyebabkan gagal panen karena tanaman yang terserang sundep malainya mati dan kering. Dengan demikian maka peggerek batang merupakan :• hama utama karena tingkat kerusakan yang ditimbulkannya dapat menurunkan hasil secara signifikan.• keberadaan hama dapat dilihat dari adanya ngengat di pertanaman dan larva di dalam batang.• kerusakan terjadi akibat larva merusak system pembuluh tanaman di dalam batang.• Menyerang tanaman sejak di pembibitan hingga pembentukan malai. Pengendalian1) Pengendalian secara Bercocok tanam• Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi • Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama • Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi  15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama  dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya2) Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik • Fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati.• Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman 3) Pengendalian secara Hayatia. Pemanfaatan musuh alami parasitoid Tetrastichus schenobii Ferr., Telenomus rowani dan Trichogramma japonicum dengan dosis 20 pias/ha (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman).b. Pemanfaatan Predator Lycosa pseudoannulata (Araneida; Lycosidae), Paederus sp. (Coleoptera; Coccinellidae), Ophionea sp. (Coleoptera; Carabidae), Coccinella sp. (Coleoptera; Coccinellidae) dan Cyrtorhinus lividipennis (Hemiptera; Miridae).4) Pengendalian Secara Kimiawi• Dilakukan pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan rata-rata > 5% sundep • Insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam dengan dosis 2 gram insektisida granule/m2 [800 gram/400 m2 (luas persemaian)].• Pada pertanaman stadium vegetatif dianjurkan menggunakan insektisida butiran berbahan aktif : Carbofurant (Furadan), Carbosulfan (Marshal).• Disemprot dengan insektisida seperti Dimehipo (Dipho), Bensultap (Spontan), Amitraz (Mitac), Fipronil (Regent). Penulis Admin BPP Boliyohuto