Pengendalian Hayati Dengan Memberdayakan Musuh Alami, Kegiatan SL-PHT Poktan Rukun Makmur Ds. Teluk Betung Kec. Sungai Pandan
Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu ( SLPHT ) adalah salah satu metode penyuluhan dalam penerapaan PHT yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam pengelolaan OPT. SLPHT berupaya mewujudkan petani sebagai ahli PHT, yaitu sebagai manajer yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan usahataninya secara mandiri. SLPHT dipilih sebagai metode pemberdayaan petani karena memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya berprinsip pada pendidikan orang dewasa, cara belajar lewat pengalaman, perencanaan partisipatoris, keputusan bersama anggota kelompok, petani sebagai manajer usahataninya, materi pelatihan berdasarkan kebutuhan lapangan, pelatihan selama satu siklus perkembangan tanaman / satu musim tanam. Pada hari kamis tanggal 13 Agustus 2020 telah dilaksanakan kegiatan SLPHT dengan tema “ Pengendalian hayati dengan Memberdayakan Musuh Alami “ di kelompok Tani Rukun Makmur Desa Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan yang didampingi oleh Penyuluh WKPP Nendy Saptahady, S.TP dan narasumber Farida Adriani, SP serta turut dihadiri oleh Koordinator BPP Kec. Sungai Pandan ibu ratu Ida Royani, A.Md. Pada kegiatan ini kelompok tani dikenalkan dengan berbagai musuh alami di lapangan. Penggunaan musuh alami untuk menekan populasi hama bisa lebih dari 50%. Beberapa kelebihan menggunakan musuh alami antara lain: - Tidak memiliki efek samping yang buruk bagi alam. - Tidak ada kata resistensi hama (kekebalan hama) - Pengendalian dapat berjalan dengan sendirinya. - Biaya yang dikeluarkan lebih murah. Musuh alami kurang berfungsi apabila Penggunaan pestisida Lingkungan kurang mendukung Populasi musuh alami rendah Biasanya musuh alami lebih sensitif terhadap pestisida dibandingkan dengan hama. Efek bahan pestisida kimia pada musuh alami dapat bersifat langsung (direct effects) dan tidak langsung (indirect effects). Efek langsung pestisida dapat mempengaruhi kematian musuh alami dalam waktu jangka pendek atau kurang dari 24 jam (short term mortality) dan jangka panjang (long term sublethal). Beberapa tindakan untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida terhadap musuh alami : Semprot jika diperlukan Pemantauan populasi hama Hindari kontak antara musuh alami dengan pestisida Pemilihan insektisida yang tepat Perhitungkan efek samping pestisida Untuk memperkuat petani dalam mengelola usahatani tersebut, peran pemandu sangat penting yang mampu menfasilitasi mereka dalam kegiatan SLPHT melalui pendidikan orang dewasa (andragogi). Kegiatan SLPHT ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian petani/kelompok tani dalam menganalisa data dan informasi agroekosistem, menerapkan PHT dalam pengelolaan usahatani dan meningkatkan pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dalam pencapaian sasaran produksi, produktivitas dan peningkatan kesejahteraan petani. (Farida Adriani, SP)