1. PENDAHULUAN Sebagian besar wilayah Kapuas Hulu, masih hutan. Dari peta tutupan lahan, lebih dari 80% Kabupaten Kapuas Hulu merupakan hutan primer dan hutan Sekunder. Dengan demikian populasi binatang yang berpotensi merusak lahan pertanian dan kebun masyarakat sangat besar. Salah satu hama yang paling berpotensi merusak dan paling banyak mengganggu Ladang dan Lahan kebun masyarakat adalah serangan dari binatang Kera. Populasi binatang Kera yang berkembang cukup pesat telah menjadi hama dan momok bagi para petani, dan sulit mengendalikannya. Berbagai upaya telah dicoba oleh para petani untuk mengendalikan serangan Hama Kera ini, mulai dari menghalau, memburu, menembaki, meracun, membuat jebakan/perangkap dan lain-lain, namun tidak banyak membuahkan hasil dan tetap saja banyak keluhan dari para petani yang telah rusak ladang maupun kebunnya. Di beberapa lokasi, serangan hama Kera ini sering menyebabkan gagal panen petani. Cara-cara serangan Hama Kera ini berbagai macam cara :1. Serangan Hama Kera pada tanaman padi dimulai dari saat padi sudah berumur 1 (satu) bulan, puluhan bahkan ratusan Hama Kera mencabuti padi dan memakan batang padi masih muda. Kalau padi sudah mulai berbuah, Hama Kera tidak memakan padi tetapi merusaknya, dan hal ini sangat merugikan terutama saat padi baru mulai berbuah dan pada fase padi bunting;2. Serangan Hama Kera pada kebun para petani seperti kebun jagung, kebun ubi, kebun pisang dan lain-lain justru lebih parah. Serangan pada kebun-kebun buah petani seperti kebun durian, kebun langsat, kebun mangga bisa lebih parah, karena Hama Kera menyerang buah-buahan mulai dari fase pohon berbunga, buah masih muda apalagi buah-buah yang sudah matang. Binatang kera, cukup pintar, usil dan sangat sulit mengatasinya, mereka merusak tanaman saat para petani lengah dan tidak berada di ladang atau kebun mereka. Terkadang walaupun dijaga sekalipun, tetap saja mereka menyerang, ini khususnya pada kebun-kebun buah masyarakat. Upaya-upaya pengendalian yang ekstrim, bertentangan dengan lingkungan dan solusinya adalah mencari upaya pengendalian Hama Kera ini secara hayati dan para petani bisa terbebas dari serangan Hama Kera. 2. PENGENDALIAN OPT HAMA KERAA. Alat dan Bahan1) 2 – 3 kaleng bekas susu 2) 4 – 6 buah Kelereng (mainan anak-anak)3) Kawat simpai 1 – 2 meter4) Tang 1 buah5) Plastik terpal (sebagai wadah umpan Kera) 2 m2 6) Ampas Tuak Beras (sisa minuman tuak beras) sebagai umpan, 3 – 5 kg, makin banyak makin baik.- Boleh juga kaleng susu dan buah Kelereng diganti dengan lonceng kecil B. Cara Pembuatan1) Masukkan Kelereng ke dalam kaleng susu bekas, setiap 1 kaleng susu bekas, diisi 2 buah Kelereng dan tutup rapat- kaleng susu tersebut, jangan sampai Kelereng bisa keluar biarpun di bolak-baik atau digoyang-goyang;2) Potong kawat simpai kurang lebih 35 cm atau kira-kira panjangnya bisa diikatkan ke pinggang Kera;3) Ikatkan/pasang kawat simpai ke kaleng susu, terlebih dahulu di lubangi dengan paku; C. Pengendalian Hama Kera1) Siapkan Ampas Tapai Beras yang masih mengandung alkohol, simpan atau hamburkan diatas plastik terpal, kemudian letakkan di tepi ladang atau kebun tempat biasa Hama Kera datang atau menyerang;2) Untuk memudahkan pengamatan dan menarik perhatian Kera, wadah boleh dibuatkan tempat yang lebih tinggi3) Lakukan pengamatan/pengawasan secara diam-diam, dari jarang 60 sd 100 meter;4) Ketika rombongan kera, mendatangi dan memakan umpan tersebut, biarkan Kera memakan umpan tersebut sampai mabuk. 5) Sekitar ½ jam kemudian kera-kera tersebut sudah mabuk dan tidak sadar, lalu pasang Kaleng Susu Bekas yang sudah disiapkan dengan Kelereng, di pinggang bagian belakang Kera (yang mabuk); Kera mabuk bisa 3 – 4 jam.6) Kaleng Susus Bekas harus diikat pakai kawat baik-baik, gunakan tang, jangan sampai mudah dibuka kera, dan sambungan ikatan jangan tajam, karena bisa melukai Kera;7) Pemasangan Kaleng bisa dilakukan lebih dari 2 – 3 ekor kera, pilih Kera-kera yang dewasa terutama yang berkelamin jantan, dan dominan dalam kelompoknya;8) Biarkan Kera sadar sendiri dari mabuknya, kemudian biarkan mereka pergi/pulang ke hutan.9) Ketika masih ada gangguan Hama Kera pada tanaman, berarti itu Hama Kera dari rombongan yang lain, dan lakukan Cara Pengendalian yang sama; 3. PEMBAHASANBinatang Kera biasanya hidup dalam kawanan yang berjumlah puluhan ekor, biasanya dalam satu rombongan itu terdapat jantan yang dominan. Di hutan, sekitar ladang atau kebun para petani bisa terdapat lebih dari 1 (satu) kawanan yang biasanya menguasai wilayah tersendiri dan biasanya antar kawanan terjadi persaingan. Namun karena populasinya yang tidak terkendali dan minimnya sumber makanan yang ada di hutan, mereka mencari sumber makanan lain, paling mudah diserang adalah ladang atau kebun-kebun para petani yang ada di sekitar hutan. Cara pengendalian gangguan dan serangan Hama Kera yang digelarkan ini, merupakan cara pengendalian yang baru, dan teknik ini pernah dicobakan sekali dan memberikan hasil yang memuaskan petani, dan hasilnya adalah Ladang dan kebun mereka tidak pernah diganggu lagi oleh Hama Kera. Mengapa dalam menangkap binatang Kera harus dengan memberinya umpan dengan Ampas Tuak Beras? Dari pengalaman, ampas tuak beras rasanya manis, binatang Kera, Beruk dan sejenisnya suka memakannya. Ampas Tuak Beras mengandung alkohol yang bisa memabukkan. Kera yang mabuk akan tertidur cukup lama, tidak sadarkan diri, tidak mampu memanjat pohon, bahkan tidak mampu menggigit. Sehingga mudah menangkapnya termasuk memasang kaleng di pinggangnya. Pemasangan kaleng di pinggang kera harus dibuat cepat, rapi, jangan terlalu terik karena bisa menyakiti Kera dan jangan kelonggaran, karena bisa dilepaskannya, serta sambungan ikatan kawat dibuat jangan sampai melukai, infeksi yang kemudian bisa membunuh kera tersebut. Dipasang di pinggang bagian belakang Kera, agar kera sulit melihat dan melepaskan ikatannya karena diikat dengan kawat. Kaleng Bekas Susu yang kedalamnya dimasukkan 2 buah Kelereng mainan anak-anak, maksudnya ketika kera bangun dan mulai sadar, kemudian dia lari dan ketakutan dengan bunyi-bunyi kaleng di pinggangnya tersebut. Bunyi kaleng itu juga menakuti kawanannya yang lain. Kemanapun kera tersebut lari, kaleng tersebut tetap berbunyi. Kera-kera lainnya tidak mau diikuti oleh kera yang dipinggangnya ada kaleng, mereka menjadi ketakutan mendengar bunyi-bunyi kaleng yang ribut dan mengira mereka dikejar dan diburu, padahal itu dari kawan mereka sendiri. Kera yang dipinggangnya ada kaleng, juga tetap akan mengikuti kawanannya kemanapun pergi; sehingga mereka semakin menjauh dari ladang atau kebun petani; ini lebih baik kalau memasang kaleng lebih dari 1 (satu) pejantan, karena dengan memasang kaleng lebih dari 1 (satu) ekor, suara semakin ribut dan ramai. Harus memasang kaleng di pinggang Kera pejantan-pejantan yang dominan, ini karena kera-kera betina tetap menolak dikawini, oleh karena pada kera pejantan dominan ada kaleng selalu berbunyi dan terikat di pinggangnya. Karena saat kera kawin akan terganggu dengan bunyi-bunyian, sehingga populasi mereka bisa dikendalikan. Kera yang dipasangkan kaleng dipinggangnya tidak akan mati, dan kemungkinan lambat laun keberadaannya bisa diterima kawanannya. Namun mereka jera kembali ke ladang atau kebun, karena tetap akan ketahuan suaranya oleh para petani. 4. PENUTUP / KESIMPULAN- Pengendalian OPT Hama Kera ini adalah cara mengatasi permasalahan, yang benar-benar dialami sendiri oleh para petani binaan;- Pengendalian OPT Hama Kera ini sebelumnya belum pernah dipublikasikan. Banyak cara-cara pengendalian yang kita dapatkan dari berbagai media, jurnal-jurnal, internet, litbang dan lain-lain, tetapi cara ini benar-benar baru, orisinil, simple, efektif dan efisien dan hasilnya luar biasa;- Inovasi baru ini baik diterapkan dan disampaikan kepada petani-petani lain di luar, yang menghadapi permasalahan yang sama;- Pengendalian OPT Hama Kera ini, adalah karya sendiri PPL untuk para petaninya, berbekal dari pengalaman, cara dan upaya pengendalian hama kera;- Sangat bermanfaat bagi para petani, khususnya yang ladang dan kebunnya biasanya terserang oleh Hama Kera;- Ramah lingkungan, bersifat hanya mengusir dan menekan laju populasi Hama Kera;- Alat dan Bahan gampang disediakan, murah dan mudah dipraktekkan oleh para petani. Rufina, S.PKP (WKPP Sibau Hilir BPP Seluan Kecamatan Putussibau Utara)