Loading...

PENGENDALIAN OPT JAHE

PENGENDALIAN OPT JAHE
Beberapa hama dan penyakit dapat mengganggu dan merusak pertanaman jahe. Namun hingga kini gangguan dan kerusakan paling serius pada tanaman jahe disebabkan oleh penyakit busuk rimpang.Adapun hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jahe adalah sebagai berikut :1. Hama Lalat dan PenggerekHama yang cukup serius merusak pertanaman jahe antara lain lalat Mimegralla coeruleifronsMacquart. Hama berupa lalat ini bisa mengakibatkan tanaman layu mongering, dan rimpangnya membusuk. Pengendalian dengan insektisida kurang disarankan. Jika terpaksa bisa diatasi dengan insektisida Nogos 50 EC.Hama penggerek pucuk batang dan ulat penggerek pangkal akar akan menyebabkan daun dan tanaman layu, akhirnya mati kering. Serangan hama ini dapat diatasi dengan insektisida Furadan 3G. Di dalam gudang, rimpang jahe rawan terserang kumbang Sitodrepa panacea dan Lesioderma serricorne. Hama gudang ini dapat diatasi dengan cara fumigasi atau pengasapan.2. Penyakit Busuk RimpangBeberapa penyakit yang sering ditemukan dalam budidaya jahe adalah bercak daun, layu bakteri, dan busuk rimpang. Penyakit busuk rimpang bisa mengakibatkan gagal panen. Di Indonesia, penyebabnya jamur Fusarium sp. Gejala yang muncul adalah tanaman tampak layu pada umur 3 bulan, dimulai dengan menguningnya sisi-sisi tulang daun kemudian meluas ke seluruh helai daun dan akhirnya mongering; pangkal batang membusuk; tanaman rebah; rimpang membusuk dan mengeluarkan lender. Penyakit ini cepat menjalar ke seluruh bagian tanaman. Hingga kini belum ada cara efektif membasmi busuk rimpang.Selain jamur, penyebab busuk rimpang adalah bakteri Xanthomonas zingiberi yang menyerang tanaman jahe. Proses kematian tanaman yang terserang bakteri ini sangat cepat dan sulit terdeteksi. Jika dibelah, rimpang yang sakit akan mengeluarka lender.Penyakit busuk rimpang sering muncul di lahan-lahan yang kurang baik pembuangan airnya, dan kesehatan bibitnya kurang terkontrol. Kebun jahe yang terindikasi terserang penyakit lebih baik dipanen muda dengan hasil sekitar 3 – 5 ton/ha.Layu bakteri Pseudomonas solanacearum sering menyerang tanaman jahe umur 4 bulan. Penyakit ini belum bisa diatasi, karena belum ditemukan bakterisida yang efektif. Tindakan terbaik untuk mengatasinya adalah pencegahan.Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut : Gunakan bibit yang sehat dan cukup umur, minimum berumur 9 – 10 bulan, padat dan keras. Sebelum ditanam, bibit direndam dalam larutan bakterisida selama 10 jam. Daerah penanaman sebaiknya bercurah hujan kurang dari 2.000 mm/tahun karena penyakit ini menyukai lingkungan yang lembab. Pilih lahan yang belum tercemar penyakit. Penanaman di lahan yang sama diperbolehkan hingga 2 kali. Syaratnya di penanaman sebelumnya lahan tidak terserang penyakit. Tanah diolah cukup dalam yaitu 10 – 25 cm. Jika ada 1 atau 2 tanaman terserang penyakit, dilakukan lokalissi serangan. Tanaman yang sakit tidak perlu dicabut, cukup diberi kapur atau abu dapur untuk mencegah penularan akibat bekas tanah yang tercemar. Lahan yang pernah terserang tidak boleh ditanami jahe selama 2 – 4 tahun. Lakukan rotasi tanaman. Perlengkapan yang dipakai harus dicuci bersih sebelum masuk kebun. Drainase diatur sebaik mungkin, genanga air di lahan harus dihindari. Air dipetak yang satu tidak boleh masuk ke petak yang lain.Untuk mencegah timbulnya penyakit dan merosotnya kesuburan tanah, setelah panen perlu dilakukan rotasi tanaman. Di lahan yang sama, jahe hanya dapat ditanam tiga tahun sekali. Rotasi dilakukan dengan cara mengganti jahe dengan tanaman lain, misalnya padi gogo, jagung, tebu, cabai, wijen, kacang tanah, dan buncis. OLEH GEORGE Z. ROTTY (BPP AERTEMBAGA) Sumber :Redaksi Agro Media. 2007. Petunjuk Praktis Bertanam Jahe. Jakarta : PT. Agro Media Pustaka.