Loading...

PENGENDALIAN OPT PASCAPANEN BUAH PISANG

PENGENDALIAN OPT PASCAPANEN BUAH PISANG
Umumnya petani melakukan pengendalian hama - penyakit pisang pada tanaman masih dipertanaman atau jarang petani memperhatikan aspek ini setelah dipanen. Seperti diketahui, produk pasca panen hortikultura segar sangat mudah mengalami kerusakan fisik akibat berbagai penanganan yang dilakukan. Kerusakan fisik ini terjadi karena secara fisik-morfologis, produk hortikultura segar mengandung air tinggi (85 – 98%), sehingga benturan, gesekan dan tekanan sekecil apapun dapat menyebabkan kerusakan. Kerusakan fisik ini menjadi awal masuknya mikroorganisme pembusuk dan sering menyebabkan nilai susut yang tinggi bila cara pencegahan dan penanggulangannya tidak direncanakan dan dilakukan dengan baik. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit pascapanen pisang diantaranya suhu, kelembaban dan bahan kimia. Suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan menunda proses kematangan buah, sementara suhu tinggi akan menyebabkan mikroba terbunuh tanpa merusak penampilan buah. Beberapa jenis penyakit pascapanen pisang adalah sebagai berikut :1. AntraknosaGejalanya, pada permukaan kulit buah tampak bercak-bercak berwarna coklat. Bercak ini sedikit melengkung, akan segera membesar dan daging buah akan menjadi rusak. Penyebabnya jamur Colletotrichum musae et curt V. Arx atau Gloeosporium musarum C ke. Et Massee. Pencegahannya dimulai dari kebersihan kebun dari daun-daun kering atau dengan menyemprotkan campuran bubur burgundy, penyemprotan diulangi dengan menggunakan amoniacal copper carbonat, juga dapat pula digunakan campuran Bordeaux (bubur bordo). Sesudah panen, pencegahan dilakukan dengan memperkecil mencelupkan buah terlebih dahulu ke dalam air hangat (55 C) selama 2 menit atau dicelupkan ke dalam fungisida, seperti benomil atau mankozeb dan karbendasim. Selain itu, gudang penyimpanan harus bersih dan kelembaban yang terjaga dengan suhu sekitar 15 – 20 C. Penanganan buah sesudah panen harus dilakukan secara hati-hati untuk memperkecil kerusakan mekanis pada buah. Hal ini dilakukan mengingat jamur merupakan parasit yang menyerang luka. Pencelupan buah kedalam air hangat (55 C) selama 5 menit atau suhu 42 C seperti benomil, atau mankozeb dan karbendasim dapat menekan perkembangan penyakit selama penyimpanan. Atau mencuci buah pisang dengan air bersih, meniriskan, lalu mencelupkan ke dalam larutan fungisida selama 30 detik. Buah dibiarkan beberapa menit agar larutan dapat tiris,selanjutnya buah disimpan.2. Black spot/Bercak Hitam Gejala awalnya, buah tampak berbintik merah yang dikelilingi dengan daerah yang basah kemudian bintik ini melebar dan warnanya berubah menjadi hitam terutama tampak pada bagian bawah pisang. Serangan akan berlanjut dengan adanya miselia jamur yang berwarna coklat muda pada permukaan kulit buah. Penyebabnya adalah Helminthosporium torulosum Syd. Ashby dan Deigthtoniela torulosa Syd. Ell. Penyakit ini juga disebut speckle disease yang banyak menyerang tanaman pisang di perkebunan kotor yang banyak terdapat daun-daun kering. Pencegahan dengan membersihkan daun kering atau dengan menyemprotkan fungisida tandan buah saat buah berumur 10– 20 hari.3. Botryodiplodia fruit rot/Busuk buahGejalanya adalah ujung buah membusuk dan menjalar hingga ke sepanjang buah, kulit buah menjadi coklat kehitaman dan daging buah menjadi lunak.Penyebabnya adalah jamur Botryodiplodia theobromae Pat, pencegahannya dengan membersihkan tanaman yang sedang berbuah dari sampah daun-daun kering dan menghindari terjadinya luka mekanis.Penyakit pascapanen lain adalah Brown spot/Bercak coklat, Crown rot complex/Busuk mahkota dan Scab/Cacar. Sementara hama pascapanen yang banyak menimbulkan kerugian adalah tikus gudang (Rattus diardi) dan golongan serangga. Kerugian yang ditimbulkan oleh hama pascapanen berupa penurunan kualitas dan kuantitas yaitu kerusakan bentuk, aroma, tercampur kotoran, daya tumbuh, nilai gizi dan nilai social ekonomi materi yang disimpan. Disarikan oleh : Lasarus KL, Pusat Penyuluhan Pertanian.Sumber : 1. Pedoman Penanganan Pascapanen Pisang, 2012. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Ditjen Hortikultura. 2. Suyanti, A. Supriyadi, 2008. Pisang. Budidaya, Pengolahan dan Prospek Pasar. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.