Loading...

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) DENGAN REFUGIA

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) DENGAN REFUGIA
PENDAHULUAN Semua organisme di alam, termasuk hama tanaman budidaya, mempunyai musuh alaminya. Keberadaan musuh alami OPT dapat melemahkan, mengurangi fase reproduktif, sampai membunuh OPT. Namun musuh alami tersebut belum tentu mampu menjadi faktor penekan perkembangan populasi hama akibat tidak tersedianya makanan dan tempat berlindung. Refugia adalah mikrohabitat yang menyediakan tempat berlindung secara spasial dan/atau temporal bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, serta mendukung komponen interaksi biotik pada ekosistem, seperti polinator atau serangga penyerbuk. Dengan kata lain bahwa refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Bagi musuh alami, tanaman refugia ini memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai sumber nektar bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman.Suatu konsep pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah dengan cara menanam tanaman yang digunakan sebagai refugia sehingga konservasi predator dapat terus terjaga. JENIS TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI REFUGIA 1. Tanaman hias Beberapa penelitian menyebutkan jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas zinnia (Zinnia peruviana), (Zinnia acerosa), (Zinnia bicolor), (Zinnia grandiflora), (Zinnia elegans), kenikir (Cosmos caudatus). 2. Gulma Gulma yang selama ini terkesan sebagai tanaman pengganggu ternyata bisa dijadikan refugia. Terutama yang berasal dari famili asteraceae seperti babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa L.), Bunga tahi ayam (Tagetes erecta). 3. Tumbuhan liar yang ditanam atau yang tumbuh sendiri di areal pertanaman Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (Synedrella nodiflora),pegagan (Centella asiatica), rumput setaria (Setaria sp.), rumput kancing ungu (Borreria repens), dankacang hias atau kacang pentoi (Arachis pentoi). 4. Sayuran Sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis), bayam (Amaranthus spp.) (Tanpa nama 2016 dan Sinar Tani 2016), jagung (Zea mays). Tanaman yang dijadikan sebagai refugia sebaiknya dipilih yang memenuhi kriteria antara lain : Pilih tanaman yang memiliki bunga dan warna yang mencolok, Regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan, Benih atau Bibit mudah diperoleh, Mudah ditanam Dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pematang lain. MANFAAT MENANAM TANAMAN REFUGIA Serangga musuh alami seringkali memerlukan tempat berlindung sementara sebelum menemukan inang atau mangsanya.Penanaman tanaman di pinggir lahan dapat dilakukan untuk memenuhi hal tersebut.Selain bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi sampingan, penanaman tanaman di pinggir lahan dapat berfungsi sebagai sumber makanan bagi imago baik parasitoid maupun predator dan tempat berlindung berlindung sementara. Tumbuhan berbunga yang dijadikan tanaman refugia diharapkan dapat menjadi tempat perlindungan serta sebagai penyedia pakan bagi predator dari hama tanaman padi. Makanan yang didapatkan predator dari tumbuhan berbunga adalah madu dan nektar dari bunga serta serangga hama yang bersembunyi pada tumbuhan tersebut, selain dapat memperoleh madu dan nektar dari tumbuhan berbunga yang didatanginya, predator juga dapat menemukan mangsa yang bersembunyi di tumbuhan berbunga tersebut. Sehingga predator dapat dengan mudah memangsa mangsanya. Dengan kata lain manfaat dari menanam tanaman refugia di area pertanaman pokok antara lain : Mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami, Sumber nektar atau pakan bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman, terciptanya agroekosistem yang seimbang, dimana jumlah hama yang ada dapat ditekan oleh keberadaan musuh alaminya, sehingga tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi (di bawah ambang batas ekonomi). PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA Modifikasi lahan pada sistem tanam polikultur padi - refugia dapat dilakukan melalui inter cropping, strip cropping, alley cropping, menanam tanaman pinggiran (hedgerows), menanam di tengah lahan pertanaman sebagai „pulau bunga? atau insectary plant, menanam beetle bank, menanam tumbuhan mulsa hidup atau tanaman penutup tanah (cover crop). Sistem tanam strip cropping, inter cropping, dan alley cropping adalah menanam refugia di antara tanaman utama (sistem lorong atau baris) yang berfungsi sebagai tanaman perangkap, atau sebagai sumber pakan musuh alami. Tanaman penutup tanah dapat juga berfungsi sebagai mulsa, yaitu menurunkan suhu tanah, meningkatkan kelembaban relatif (relative humidity/ RH), dan membuat air lebih mudah tersedia. Insectary plant adalah tumbuhan berbunga yang ditanam bersamaan dengan tanaman budidaya sebagai sumber pakan dan inang alternatif bagi serangga. Beetle banks adalah tumbuhan berbunga atau rumput yang ditanam memanjang pada lahan sebagai habitat musuh alami dan/atau serangga berguna "beneficia Insects". Beetle banks juga dapat dibuat pada rumah kaca, rumah plastik, atau rumah kassa. Praktik polikultur melalui multicropping sawah surjan juga dibuktikan lebih menguntungkan dibandingkan monocropping sawah non-surjan melalui penelitian Henuhili dan Aminatun (2013). Ekosistem sawah surjan memiliki kelimpahan jenis musuh alami lebih baik daripada ekosistem sawah non-surjan KESIMPULAN Tanaman refugia dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan OPT pada tanaman padi. Refugia dapat menyediakan tempat berlindung secara spasial dan/atau temporal bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, serta mendukung komponen interaksi biotik pada ekosistem, seperti polinator. Beberapa tanaman refugia yang dapat digunakan sebagai agen hayati tanaman padi antara lain: akar wangi, kangkung hutan, jagung, kacang panjang, dan wijen. Modifikasi lahan pada sistem tanam polikultur menggunakan tanaman refugia dapat dilakukan melalui inter cropping, strip cropping, alley cropping, tanaman pinggiran (hedgerows), insectary plant, beetle bank, tumbuhan mulsa hidup, dan tanaman penutup tanah (cover crop). (Gugun Aditia Pratama, SP) Sumber : https://www.researchgate.net/publication/326846119_Pemanfaatan_Tanaman_Refugia_untuk_Mengendalikan_Hama_dan_Penyakit_Tanaman_Padi http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/refugia-sebagai-alternatif-pengendalian-alami-organisme-pengganggu-tumbuhan-opt