Penyakit cacar buah atau antraknosa merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang sering merepotkan petani atau pembudidaya. Kerugian yang ditimbulkan oleh serangan cacar buah atau antraknosa ini terbilang sangat besar, bahkan tidak jarang penyakit cacar buah atau antraknosa menimbulkan kegagalan panen, terutama pada tanaman cabai. Penyakit ini banyak menyerang di tanaman cabai terutama saat Budidaya di lakukan di sekitar bulan Pebruari sampai bulan Mei. Hal terjadi karena pada bulan tersebut lingkungan dengan curah hujan sudah mulai tinggi dengan disertai panas. Sehingga Spora dari Jamur yang menyebabkan Antraknosa di cabai banyak berkembang. Penyakit cacar buah ( Antraknosa ) ini sebenarnya banyak menyerang tanaman Hortikultura, namun yang paling sering dan parah apabila penyakit ini menyerang tanaman cabai. Serangan Cacar buah pada Cabe bersifat merusak bahkan bisa menyebabkan kegagalan sampai 80 Persen. Penyakit antraknosa pada tanaman cabai disebabkan oleh 2 jenis jamur patogen, yaitu jamur Colletotricum capsici dan Gleosporium sp.. Kedua jenis jamur penyebab penyakit antraknosa tersebut dapat menginfeksi benih, bibit, buah cabai muda sampai buah cabai hampir matang. Bahkan dalam penyimpanan pasca panen antraknosa masih dapat menyerang Pemicu Perkembangan Penyakit Cacar Buah (Antraknosa) pada buah cabai Benih tidak sehat/terinfeksi, Lingkungan terlalu lembab karena jarak tanam yang rapat atau hujan turun terus menerus, Jamur berkembang dengan baik pada kondisi kelembaban relatif tinggi (>95%) pada suhu sekitar 32 C dan lingkungan pertanaman yang kurang bersih dan banyak terdapat genangan air, Pupuk nitrogen terlalu tinggi/pemupukan tidak berimbang, Tanah kekurangan kalsium Gejala Penyakit Cacar Buah (Antraknosa) pada Buah Cabai Colletrotichum capsici menyerang buah cabai muda sampai tua/matang, Gejala awal ditandai terdapat bercak coklat kehitaman pada buah yang kemudian meluas menjadi busuk lunak, Dibagian tengah terdapat titik-titik hitam. Serangan berat menyebabkan buah cabai mengerut dan mengering, Gejala serangan cendawan Gloeosporium sp umumnya menyerang buah cabai muda dan menyebabkan ujung buah mengering, meskipun pada banyak kasus juga menyerang buah cabai tua/hampir matang, Gejala serangan jamur Gloeosporium sp. ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman berlekuk serta tepi bintik berwarna kuning. Bagian lekuk akan terus membesar dan memanjang serta bagian tengah berwarna gelap 3. Tindakan Pencegahan Penyakit Cacar Buah (ANTRAKNOSA) pada Cabai Gunakan benih/biji yang sehat/steril, Jika membuat benih sendiri, pilih buah cabai dari tanaman yang sehat/bebas penyakit antraknosa, Sebelum disemai, benih direndam selama kurang lebih 2 jam menggunakan larutan fungisida mancozeb (menggunakan air hangat kuku), Tanah/media semai dikukus selama 30 menit untuk membunuh cendawan patogen yang mungkin terbawa, pH tanah untuk menyemai benih cabai antara 6,0 – 7,0. Jika pH rendah, taburkan kapur dolomit/kapur pertanianseperlunya sampai mendapatkan pH ideal, Jika benih sudah tumbuh, semprot dengan dosis rendah fungisida mancozeb bergantian dengan fungisida propineb. 4. Cara Pengendalian Penyakit Cacar Buah (ANTRAKNOSA) pada Buah Cabai Pengapuran pada lahan budidaya cabai untuk memperoleh pH ideal, yaitu 6.0 – 7.0, Menggunakan pupuk kandang yang sudah lama/kering atau yang telah difermentasi, Menggunakan mulsa plastik pada musim hujan agar tanah tidak terlalu lembab, Atur jarak tanam (tidak terlalu rapat) agar lingkungan pertanaman cabai tidak lembab, Jika memungkinkan, pilih lahan yang bukan bekas tanaman inang seperti tomat, terung atau bekas tanaman cabai, Tanaman cabai yang terlalu rimbun, sebagian tunas dibuang, Lakukan penyemprotan fungisida sejak terbentuknya buah pertama atau sejak umur 1 minggu setelah tanam untuk mencegah antraknosa menyerang batang, daun dan ranting tanaman cabai, Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb dan propineb secara bergantian, dengan frekuensi 1 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi/cuaca, Jika dimusim hujan, gunakan perekat agar lebih efektif dalam penggunaan fungisida, Lakukan pemupukan secara berimbang, kelebihan unsur nitrogen dapat menyebabkan tanaman rentan terhadap infeksi penyakit, Semprotkan calsium untuk membantu tanaman cabai mempertahankan diri dari serangan penyakit. Calsium berfungsi mempertebal/ memperkuat dinding sel buah cabai sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit, Buah cabai yang terserang dipetik dan dimusnahkan agar spora jamur tidak menular pada buah cabai lainnya. Bersihkan tangan dan alat pertanian setelah kontak langsung dengan cabai terinfeksi agar spora jamur yang ikut terbawa tidak menginfeksi buah cabai lainnya.