Loading...

PENGENDALIAN ULAT GRAYAK DENGAN BIOINSEKTISIDA

PENGENDALIAN ULAT GRAYAK DENGAN BIOINSEKTISIDA
Bioinsektisida adalah bahan-bahan alami yang bersifat racun serta dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, mempengaruhi hormon, penghambat makan, membuat mandul, sebagai pemikat, penolak, dan aktifitas lainnya yang dapat mempengaruhi organisme pengganggu tanaman. Penggunaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penggunaan insektisida sintetik yang sering disebut pestisida nabati atau bioinsektisida Alternatif ini dianggap perlu karena kandungan residu insektisida sintetik yang dianggap dapat berakibat fatal, bukan hanya terhadap kesehatan tetapi juga merugikan perdagangan karena ditolaknya produk pertanian yang diekspor. Tumbuhan yang dikenal terlebih dahulu berfungsi sebagai bioinsektisida dan telah diproduksi secara komersial diberbagai negara adalah Chrysanthenum cenerariaefolium (piretrin), Nicotiana tabacum (nikotin), dan Derris spp. (rotenon) Cara Pembuatan Biopestisida A. Umbi Gadung (Dioscorea hispida) Bahan aktif : Diosgenin, Steroid saponin, Alkoloid, Fenol Cara pembuatannya : 500 gram umbi gadung ditumbuk dan diperas dengan kain halus Tambahkan 10 liter air ke dalam larutan Aduk sampai rata, larutan disaring siap disemprotkan. 3. Efektif untuk : Ulat dan hama pengisap B. Rendaman Daun Tembakau Bahan aktif : Nikotin Cara pembuatannya : 250 gram daun tembakau dirajang, rendam semalam dalam 8 liter air Ambil daunnya dan tambahkan 2 sendok teh deterjen Aduk sampai rata, larutan disaring dan siap disemprotkan ke tanaman. 3. Efektif : hama pengisap (Admin Cybex Yenny Sulistyowati, BPP Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur