Biji kedelai yang baru dikeluarkan dari combine harvester pada umumnya mempunyai kadar air 18-22% disertai dengan kotoran dan debu yang masih tercampur, sehingga perlu proses selanjutnya seperti pengeringan, sortasi, pengepakan, dan penyimpanan.Salah satu tujuan utama pengeringan biji adalah mencegah kerusakan biji dalam penyimpanan terutama untuk calon benih agar kualitas biji bisa dipertahankan. Pengeringan pada prinsipnya adalah mengeluarkan air dari biji sehingga didapatkan kadar air biji yang rendah. Dalam keadaan ini metabolisme biji diperlambat, serangan jamur dicegah, dan kemunduran viabilitas benih diperlambat.Dalam praktek pengeringan dapat dilakukan secara alam yakni dijemur di bawah sinar matahari dan secara buatan (mekanik). Pengeringan secara buatan lebih mudah untuk mencapai kualitas biji yang diinginkan dengan volume yang lebih besar serta jumlah penggunaan tenaga manusia yang relatif kecil bila dibandingkan dengan secara alam, tetapi biayanya lebih besar. Oleh sebab itu perlu persiapan yang matang dan mantap dengan analisa biaya dan berbagai faktor yang mempengaruhi biaya.Pada dasarnya pengeringan secara buatan mesin dilakukan dengan menggunakan sistem konveksi atas dasar:1. Pengeringan dengan cara pemanasan udara.2. Adanya gerakan udara panas melalui massa butiran yang dihembuskan dari kipas,3. Adanya tempat penampungan biji yang sedang dikeringkan.4. Adanya sistem untuk masuk dan keluar bagi biji ke tempat pengeringan (adanya conveyor baik belt atau bucket.Unit batch-dryer merupakan salah satu contoh alat/mesin pengering biji kedelai yang sederhana, baik dalam operasi maupun pemeliharaannya. Berbagai jenis dan model telah dirancang oleh berbagai pabrik yang memproduksi batch dryer dengan kapasitas 1.200-3.200 kg tiap proses pengeringan.Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan batch dryer adalah spesifikasinya, antara lain (a) kapasitas; (b) jenis blower, baik model, tenaga, maupun rpm; (kecepatan hembusan: volume udara yang dihembuskan m3/menit; (d) pemakaian bahan bakar.Untuk menggerakkan blower digunakan motor penggerak dari mesin penggerak atau elektromotor (jika ada arus listrik). Biaya pemakaian elektro-motor lebih murah dan pemeliharaannya lebih mudah bila dibandingkan dengan motor penggerak.Biji kedelai sebagai calon benih dikeringkan sampai kadar air 10-11% dengan temperatur pengeringan maksimal 42oC. Lama pengeringan berkisar antara 22 - 24 jam terus-menerus ( hanya diselingi istirahat sebentar). Jika akan dilakukan pengeringan dengan kapasitas yang lebih besar, tentunya areal yang dipanen/hari juga harus cukup luas. Dalam hal ini pemakaian batch dryer menjadi tidak efisien dan tidak praktis lagi, sebab penggunaan tenaga menjadi lebih banyak (untuk membalik-balikkan biji, atau pengeringan). untuk keperluan ini diperlukan mesin pengering yang lebih besar. Mesin pengering dengan kapasitas besar telah banyak digunakan. Pada prinsipnya suatu unit pengering biji bisa digunakan untuk berbagai komoditi.Unit pengering untuk padi bisa digunakan untuk kedelai atau sebaliknya, hanya saja untuk proses selanjutnya terutama sortasi/grading berbeda dalam ukuran dan bentuknya. Salah satu contoh model pengering kedelai yang dikembangkan oleh Satake adalah ERD 1007 atau KMS 1007. Alat ini bekerja dengan cara mutual air drying system, berkapasitas 12 ton, dengan kecepatan pengeringan 0,3 - 0,5% tiap jam, dan memakai bahan bakar 4,7 liter minyak tanah/jam. Dengan mesin ini praktis tempering tidak ada karena arah hembusan udara panas bisa diatur dengan arah bolak balik. Sebelum biji masuk tempat pengeringan (bin dryer), terlebih dahulu dilakukan pre cleaner (alat yang dipakai adalah blower). Selama proses pengeringan, temperatur udara pengering harus tetap diperhatikan dan perubahan kadar air biji harus selalu dicek. Jika kadar air biji telah sampai pada standar yang ditentukan pengeringan harus dihentikan. Biji dari bin dryer dipindahkan ke bin penampung biji sementara melalui conveyor (bucket/bert).Dalam perpindahan ini dilakukan proses pembersihan biji dari debu/kotoran dengan suction fan yang akan mengisap, mengumpulkan dan membuang debu/kotoran tersebut. Kotoran yang tidak bisa-diisaf misalnya butir_butir tanah atau pasir dipisahkan dengan peralatan lain (destoner).Untuk memisahkan biji berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna, dipakai peralatan yang berbeda, sehingga hasil akhir dari suatu proses pengeringan dan sortasi adalah biji-biji yang kering maupun bentuknya seragam. Kotoran berupa biji yang pecah akan ditampung pada tempat yang telah ditentukan.Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Sumber: 1. Prarnono Djojodarmodjo dan Sujud H. Marco dalam buku Kedelai , Badan Penelitian nan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1985. Jl Merdeka 99 Bogor2. www.academia.edu/11833241/Laporan_Praktikum_Pengolahan_Tanah3. https://id.wikipedia.org/wiki/Alat_dan_mesin_pertanian