PENGERINGAN GABAH DENGAN METODE DRYER ULTRAVIOLET (UV DRYER) DI KABUPATEN BOJONEGORO
Salah satu proses dalam produksi beras adalah pengeringan gabah yang masih mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan gabah hasil panen, Pengeringan menggunakan panas matahari membutuhkan waktu minimal 3 hari untuk mencapai kadar air minimal supaya dapat digiling dengan sempurna menjadi beras, namun disaat musim hujan petani/pengusaha pengilingan gabah mengalami kesulitan penjemuran sehingga dapat menyebabkan gabah menjadi rusak dan mutu beras menurun Untuk mengatasi kelemahan dari proses penjemuran gabah secara konvensional saat ini terdapat metode alternative berupa UV Dryer berbentuk rumah pengering yang menggunakan metode efek rumah kaca. Diperlengkapi dengan plastik uv yang berfungsi sebagai penghantar panas, temperatur didalam ruangan dapat terjaga dengan baik.Prinsip pemanasan dari UV Dryer ini memanfaatkan radiasi yang masuk kedalam bangunan pengering dan terperangkap bangunan yang berpenutup transparan sehingga meningkatkan suhu panas dalam bangunan. Suhu tersebut digunakan untuk menguapkan air yang terkandung pada hasil panen. Perbedaan suhu di luar bangunan dan didalam UV Dryer berkisar antara 5 sampai 10 derajat. Dengan bantuan UV Dryer proses pengeringan dapat tetap berjalan walaupun cuaca hujan. Pada saat kondisi cuaca cerah pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 hari.Keuntungan lain dari penggunaan UV Dryer ini adalah tidak menggunakan bahan bakar dan listrik. Unsur tambahan yang terkandung di dalam plastik uv memberikan banyak keuntungan lain seperti anti bakterial untuk melindungi hasil panen dari penyebaran bakteri, serangga, dan jamur. Bentuk bangunan yang didesain anti tikus dengan barrier tembok dan wiremesh menambah perlindungan UV Dryer.Di Kabupaten Bojonegoro ada beberapa lokasi Rumah Pengering metode UV Dryer yaitu di desa Napis dan desa Jawik Kecamatan Tambakrejo, desa Kalianyar Kecamatan Kapas serta desa Bareng Kecamatan Sugihwaras.Cara aplikasi menggunakan UV Dryer :1.Dropping dan SpreadingHamparkan gabah basah (sekitar 25% kadar air) pada permukaan lantai, kemudian ratakan ketebalannya. Semakin tipis hamparan maka akan semakin baik proses pengeringannya.2. Pembalikan gabahProses pembalikan gabah sangat penting untuk mempercepat proses pengeringan, terutama setelah 30 menit pertama pengeringan, karena pada saat itulah laju pengeringan berada di fase tertinggi. Selanjutnya, lakukan pembalikan setiap 2 jam.Mirna Setyorini, STP –PPL Kabupaten Bojonegoro