Loading...

PENGGEREK BUAH KAKAO DAN TEHNIK PENGENDALIANNYA

PENGGEREK BUAH KAKAO DAN   TEHNIK  PENGENDALIANNYA
Oleh :Khairul Amali, SPPenyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai MasKabupaten Aceh Barat Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) adalah hama perusak utama pada tanaman kakao. Hama tersebut meletakkan satu persatu telurnya pada permukaan buah. Kemudian telur yang menetas menjadi larva (ulat) langsung menggerek ke dalam buah sehingga mengkibatkan kerusakan pada buah dan aman dari pemangsa. Kemudian larva keluar dari buah membentuk pupa setelah itu berubah menjadi imago atau serangga dewasa. A. Penyebaran hama PBKHama PBK dapat menyebar dan berkembang melalui :1. Manusia, yaitu pupa yang melengket pada pakaian atau pada barang bawaan.2. Membawa buah dari lokasi yang terserang ke lokasi yang tidak terserang.3. Bantuan angin, penyebarannya dapat berpindah dengan jarak yang cukup jauh, (mencapai 800 mtr)4. Kebun yang tidak terawat.5. Kulit buah yang terserang dibiarkan terhambur.Saat ini penyebaran hama PBK hampir menyeluruh di propinsi penghasil kakao meliputi : Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Sumatera, Papua, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, selain di Indonesia PBK juga menyerang kebun kakao di Mindanau (Filipina) serta Sabah dan Serawak (Malaysia).B. Gejala SeranganBuah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu buah jika digoyang tidak bunyi, gejala lainnya antara lain : 1. Terdapat bekas lubang pada permukaan kulit buah2. Buah masak sebelum waktunya3. Perkembangan buah tidak normal4. Buah sulit di belah dan Biji saling berdempetC. Tanaman InangSelain tanaman kakao, hama ini juga menyerang buah rambutan , Cola , Langsat dan Mata Kucing.D. Pengendalian1. Praktek perkebunan kakao yang baik (P3S) yaitu Pemangkasan, Pemupukan, Panen teratur dan Sanitasi.2. Pengembangan musuh alami (Pengendalian hayati) : Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus), Rangrang (Oecophyla smaragdina), Jamur entomopatogen (Beauveria bassiana dan Phecilomyces fumusoroseus).3. Sarungisasi (Penyelubungan buah)4. Insektisida piretroid sintetik seperti deltramentrin fipronil, lamda sihalotrin, betasiflutrin, alfa sipermetrin dan esfenvalerat dengan konsentrasi sesuai dengan anjuran pemakaian masing-masing insektisida.