Gumelar lor merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan Tambak, terletak ditepi jalur Gombong-Purwokerto. Merupakan daerah dataran rendah dengan luas hamparan sawah 88,9 hektar yang kesemuanya merupakan sawah berpengairan setengah tehnis.Sumber air sebagian besar dari bendung kancil yang terletak di desa Bogangin.Persawahan poktan Marga Utama diapit oleh jalan raya, kuburan dan perumahan sehingga kondisinya setiap musim dapat dipastikan selalu ada serangan hama tikus.Upaya poktan dalam mengendalikan tikus dengan gropyokan, umpan dan pemasangan rumah singgah burung hantu namun ternyata hasilnya kurang dapat diharapkan, oleh karena itulah maka BP3K Tambak menerapkan cara pengendalian hama tikus dengan TBS ( Trap Barrier System ), cara ini dilaksanakan pada musim tanam 2015 dimana biasanya serangan tikus sangat hebat. Sebelum TBS dipasang maka terlebih dahulu membuat pesemaian, dimana waktu penyebaran benih dilaksanakan lebih awal daripada pesemaian petani lainnya sehingga nantinya akan tanam lebih dulu, ini dimaksudkan agar menjadi daya tarik tikus atau sebagai umpan sehingga tikus tidak tertarik dengan tanaman padi petani lainnya. Pesemaian ini sama dengan pesemaian pada umumnya.Setelah pengolahan terakhir maka TBS dipasang mengelilingi pertanaman tersebut seluas 1 hektar, TBS terbuat dari bahan terpal dengan lebar 1 meter sedangkan panjangnya mengelilingi petakan, untuk poktan Marga Jaya panjangnya 400 meter. Sebelumnya bahan terpal tersebut diberi tempat untuk memasukkan ajir bambu dengan jarak setiap 1 meter. Sebelum tanam maka sekeliling lahan dibuat parit kecil selebar 40 cm baru terpal tersebut dipasang mengelilingi lahan hingga rapat. Selanjutnya membuat lobang-lobang pada terpal untuk jalan masuk tikus, untuk TBS 1 hektar diberi lobang 20 buah. Setiap lobang dari arah dalam petakan dipasang perangkap tikus dari kawat kasa dan diberi patok bambu biar tidak bisa bergeser, lalu didepan lobang diberi gundukan tanah sebagai jalan tikus.Dengan demikian tikus akan masuk ke petakan hanya melalui lobang yang kita buat, sedangkan dibalik lobang ada perangkap yang menantinya, sehingga bila tikus masuk pasti akan terperangkap, sedangkan tanaman yang didalam TBS merupakan daya tarik tikus untuk datang.TBS ini dipasang sampai tanaman menjelang panen dengan selalu dikontrol setiap saat kalau-kalau ada tikus yang terperangkap atau perangkapnya bergeser atau hilang.Setelah menjumpai tikus yang terperangkap maka jangan dibunuh di perangkap atau jangan sampai darah tikus mengenai perangkap, sebaiknya rendam saja ke dalam air perangkap yang berisi tikus itu hingga tikusnya mati.Menurut pengalaman kalau darah tikus sampai menempel pada perangkap maka nantinya tikus lain akan tahu dan tidak akan mau masuk perangkap tersebut, untuk mensiasati ini maka perangkap harus dicuci dengan merendamnya pada air panas sekitar 10 menit, baru perangkap dipakai lagi.Pada pemasangan TBS di poktan Marga Jaya selama 1 musim terperangkap tikus sejumalah 102 ekor, sedangkan kondisi pertanaman dalam TBS aman tidak ada gangguan tikus demikian juga pertanaman petani sekitar seluas 60 hektar juga aman tidak terserang tikus. Dengan permasalahan biaya yang dikeluarkan lumayan tinggi, untuk membuat TBS seluas 1 hektar membutuhkan biaya sekitar 4,3 juta yang terdiri dari 3 juta untuk pengadaan terpal 400 m beserta ongkos jahit, bamboo sejumlah 50 batang dan pembelian perangkap tikus sejumlah 20 buah @ Rp. 40.000,-Adapaun Pemecahan permasalahan Biaya menjadi ringan apabila ditopang oleh beberapa petani, karena walaupun mereka diluar TBS namun mendapat manfaat dari pemasangan TBS ini, lagi pula TBS ini akan bertahan selama 4 kali musim tanamDengan demikian tikus merupakan binatang yang cerdik, untuk itu kita tidak bias mengandalkan hanya dengan satu tehnik pengendalian saja, dengan menerapkan beberapa cara pengendalian maka hasilnya akan lebih efektif dan TBS merupakan cara pengendalian yang ramah lingkungan, tanpa kimia dan tidak menimbulkan kejenuhan pada tikus lainnya. ( Penulis : CAHYONO AJI, AMd PP BP3K kECAMATAN tAMBAK )