Pengolahan lahan tanaman jagung ada 2 cara olahan, yaitu : • TOT ( tanpa olah tanah ), yaitu membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, atau di semprot dengan herbisida kontak, buatkan drainese untuk pembuangan air. Setelah lahan siap bisa langsung di buat lubang tanam untuk penanaman jagung. Keuntungan TOT bisa menghemat waktu dan biaya pengolahan lahan• Pengolahan lahan ( olah tanah ), dilakukan dengan cara membalik tanah da memecah bongkah tanah dengan cara dicangkuln ± 15-20cm agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi tanah yang akan ditanami. Untuk tanah yang lebih keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak dari biasanya, di cangkul atau dibajak lalu di haluskan dan diratakan. Pembuatan bedengan, setelah tanah diolah tiap 3 meter dibuat saluran drainese sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm. Saluran dengan kedalaman 20cm dibuat pada tanah yang drainese nya kurang baik/jelek. Penanaman jagung sebaiknya dimulai ketika awal musim hujan, varietas yang biasa ditanam adalah bisi 18 dan NK 22. Jarak tanam yang digunakan 75x25 cm setiap lubang tanam 1 tanaman, dapat juga digunakan jarak tanam 75x50 cm setiap lubang 2 tanaman. Tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik walaupun pada saat kelebihan maupun kekurangan air, ketika musim hujan berlangsung maupun musim hujan berakhir, benih jagung tetap bisa di tanam, baiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang air. Pada saat penugalan dibuat 2 lubang tagalan sekaligus 1 untuk benih 1 untuk pupuk dasar, untuk pupuk dasar menggunakan pupuk kandang. Disusun Oleh : Iyet Yumiati, PP BPP Bantarujeg / Rudianto, PP BPP Bantarujeg