PENGOLAHAN LAHAN SAWAH DENGAN SEMPURNA OLEH : JASRI, M. S,ST Tujuan pengolahan tanah pada umumnya adalah untuk mempersiapkan lahan untuk kegiatan usaha budidaya. Sedangkan tujuan pengolahan tanah secara sempurna adalah untuk untuk mempersiapkan lahan untuk kegiatan usaha budidaya dengan memperbaiki keadaan struktur tanah. Pengolahan Tanah Sawah Tanah merupakan media pertumbuhan bagi tanaman padi, oleh karena itu, pentingnya pengelolaan tanah Perbaikan Saluran dan Galengan. Sebelum pengolahan tanah dimulai, galangan/pematang harus diperbaiki, dibuat cukup tinggi, agar dapat menahan air dengan baik. Sebab dalam penggarapan tanah, air tidak boleh mengalir keluar. Saluran-saluran irigasi/pengairan perlu diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Ini akan mencegah kehilangan air pengairan dan mengurangi terwabahnya biji gulma ke dalam petakan-petakan sawah. Membajak Petakan sawah diairi seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebih dahulu dibuat alur di tepi dan di tengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan. Kedalaman dalam pembajakan ±15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalik dan hancur. Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut : Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan Mengurangi pertumbuhan hama Membalik lapisan Memudahkan proses penggaruan Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu. Menggaru Sebelum penggaruan dimulai, terlebih dahulu air di dalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Dan selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan. Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang : Peresapan air ke bawah Tanah menjadi rata. Penanaman bibit menjadi Rumput-rumput yang ada akan Meratakan Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang kedua. Yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Penggaruan yang kedua ini dilakukan dengan maksud : Meratakan tanah sebelum tanam Membenamkan pupuk dasar guna menghindari Melumpurkan tanah dengan Penggarapan tanah mulai dari pembajakan pertama sampai perataan, memerlukan waktu kira-kira 25 hari, kira-kira sama dengan umur bibit di persemaian