PENGOLAHAN LIMBAH JERAMI MENJADI UNSUR PEMBENAH TANAH
LATAR BELAKANG Jerami merupakan bagian dari tanaman padi yang tidak terpakai/limbah dan bahkan setelah panen jerami di tinggalkan di pematang sawah kemudian di bakar. Namun dengan adanya perkembangan teknologi dibidang pertanian, limbah jerami tersebut dapat dilakukan pengolahan limbah menjadi unsur pembenah tanah (pupuk kompos). Penggunaan pupuk kimia/bahan-bahan kimia yang dilakukan secara terus menerus menimbulkan kerusakan tanah. Agar tingkat kesuburan tanah sawah yang ada di pekon Lugusari kecamatan pagelaran tetap terjaga dengan baik, maka beberapa petani yang tergabung di kelompok tani Karya Maju IV memanfaatkan jerami tanaman padi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos. Penggunaan kompos jerami pada lahan sawah pertanian secara terus menerus juga dapat Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) serta meningkatkan produktivitas tanaman padi yang di budidayakan. PENGERTIAN DAN MANFAAT PUPUK KOMPOS Pupuk Kompos merupakan salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya. Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos. Pupuk kompos memiliki fungsi untuk menambah kadar hara dalam tanah, Meningkatkan kesuburan tanah, Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, Meningkatkan kapasitas serap air tanah, Meningkatkan aktivitas mikroba tanah, Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman. PELAKSANAAN PENGOLAHAN LIMBAH JERAMI MENJADI PUPUK KOMPOS Pembuatan kompos di lakukan setelah musim panen padi. Pembuatan kompos jerami oleh petani Poktan Karya Maju IV di lakukan secara an aerob. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya penguapan dan meminimalisir berkurangnya unsur N. Pembuatan kompos jerami dilakukan dengan bantuan decomposer. Decomposer yang di gunakan adalah BeKa 0,5 liter dan di campur dengan air. Langkah-langkah Pengolahan limbah jerami menjadi pupuk kompos: a. Menyiapkan jerami padi ±2 kwintal b. Menyiapkan kotoran hewan (kambing) 4 karung. c. Menyiapkan tempat pengomposan ukuran 2 m x 2 m. d. Menaruh jerami pada tempat pengomposan yang telah disediakan. e. Tebarkan merata kotoran hewan di atas lapisan jerami padi. f. Tebarkan kapur pertanian secukupnya + 1kg g. Kemudian menyemprotkan decomposer (BeKa) yang sudah di campur air secara merata di atas permukaan tumpukan jerami. h. Setelah itu ulangi cara tersebut secara terus menerus hingga semua jerami dan kotoran hewan masuk semua kedalam lubang. i. Menutupi jerami yang muncul di permukaan dengan plastik gelap. j. setelah 1 minggu maka jerami dibalik dan ditutup kembali untuk menjaga suhu saat pengomposan. Begitu seterusnya sampai kompos jadi dan dapat diaplikasikan. Proses pengomposan berlangsung sampai dua bulan sampai kompos benar-benar matang. Demikian uraian pengolahan limbah jerami menjadi pupuk kompos secara sederhana. Semoga bermanfaat. Oleh : Dwi Setiawati Sumber : https://sentulfresh.com/manfaat-pupuk-kompos-untuk-tanaman/