Loading...

Pengolahan Limbah Kakao Menjadi Pupuk Organik

Pengolahan Limbah Kakao Menjadi Pupuk Organik
Florida Sianipar Taput Simangumban 1.1 TujuanTujuan yang ingin dicapai dalam penulisan paper tentang Pengolahan Kompos Limbah Kulit Kakao adalah sebagai berikut:1. Memberikan imformasi kepada pembaca tentang teknik pembuatan kompos dengan bahan baku limbah kulit kakao.2. Memberi informasi pada pembaca bahwa limbah kulit kakao juga bisa dimanfaatkan sebagai kompos. 1.2 Kerangka Pemikiran Kompos ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat. 2.1 Pengertian Pupuk Organik Pupuk ini merupakan pupuk lengkap, artinya mengandung unsur makro dan mikro. 2.2 Faktor-faktor Keberhasilan dalam Pengomposana. Tekstur bahan bakub. Aerasic. Porositasd. Mikrooranismee. Temperaturf. Reaksi kemasaman (pH)g. Kandungan harah. Kandungan bahan berbahaya. 2.4. Prosedur Kerja Pembuatan Kompos Limbah Kulit Kakaoa. Alat dan bahan Alat yang digunakan antara lain: cangkul, golok, timbangan, ember, gembor, dan kantong plastik untuk pengomposan, sedangkan bahan yang digunakan, yaitu limbah kulit kakao, air, fungisida, dan aktivator.b. Metode pelaksanaanCara pembuatan kompos limbah kulit kakao sebagai berikut1. Mengumpulkan bahan baku saat panen2. Menjemur bahan baku limbah kulit kakao3. Memperkecil ukuran bahan (limbah kulit kakao). 4. Menyiapkan aktivator pengomposan. Jenis aktivator yang digunakan adalah (EM-4 atau Promi), kemudian larutkan ke dalam air dengan campuran 125ml EM-4 dilarutkan dengan 10 liter air.5. Pemasangan kotak/plastik wadah pengomposan, kotak dapat terbuat dari papan dengan ukuran panjang 2m dan lebar 2m.6. Memasukkan bahan ke dalam cetakan selapis demi selapis. Tinggi setiap lapisan ± 20 cm.7. Setelah kotak penuh, buka kotak dan tutup tumpukan kulit buah kakao dengan plastik.8. Lalu ikat tumpukan tersebut dengan tali, usahakan jangan ada celah tempat udara masuk.9. Masa Inkubasi pengomposan terjadi selam selama 1,5 sampai 2 bulan, setiap 10 hari sekali dilakukan kegiatan pengamatan. 2.4.3 Pengamatan proses pengomposanAgar proses pengomposan dapat berjalan dengan baik, dengan menggunakan peralatan yang sederhana. Pengamatan secara fisik meliputi:a. Suhu komposb. Kelembabanc. Penyusutand. Perubahan warna bahan bakuSedangkan pengamatan secara kimia meliputi dua kegiatan pengamatan yaitu Pengukuran pH. 2.4.4 Menentukan kematangan komposBerikut ini :1. Penyusutan bahan baku, Warna kompos, Struktur bahan baku, Bau , dan Suhu. 2.4.5 Pengemasan komposKompos yang sudah matang segera dikemas, kompos tersebut dikemas dengan karung dengan berat 25 kg tiap karung,.