Loading...

PENGOLAHAN METE

PENGOLAHAN METE
jambu mete dilakukan bila buah mete telah masak optimum, ditandai dengan warna gelondong coklat keabu-abuan, kulit buah semu telah berwarna merah, kuning atau jingga tergantung dari jenisnya. Untuk mendapatkan produk mete dengan kualitas tinggi ditentukan dari faktor pasca panen yang mencakup penanganan bahan olah, cara pengolahan termasuk alatnya pengemasan dan penyimpanan. Ada beberapa tahapan dalam pengolahan kacang mete 1. Pengeringan dan Pemilihan Mete Gelondongan Kebanyakan mete gelondongan yang dibeli dari petani adalah mete gelondongan dengan kadar air yang sangat tinggi. Untuk mengurangi kadar air maka pelaku industri kacang mete menjemur untuk menurunkan kadar air. Tujuannya adalah untuk memudah pengolahan pada saat pengacipan kacang mete gelondongan. Kacang mete gelondongan dengan kadar air yang tinggi menyebabkan hasil olahan banyak yang tidak utuh dan kacang mete olahan tercemari minyak kulit mete yang mengganggu tenggorokan. Pada proses penjemuran pelaku industri hanya menggunakan tenaga sinar matahari. Kacang mete gelondongan dijemur dipanas terik selama kira-kira dua hari dan diperkirakan kadar air 8-6%. Setelah dijemur dua hari kacang mete gelondongan bisa diolah setelah didinginkan selama beberapa menit. Kacang mete gelondongan tidak bisa dikeringkan melebihi batas yang ditentunkan antara 8-6% karena kacang mete gelondongan yang terlalu kering akan menyebabkan mete akan mudah patah pada saat pengacipan sehingga banyak hasil olahan yang tidak utuh. Pemilihan kacang mete gelondongan untuk memisahkan kacang mete yang bermutu dapat dilakukan sebelum atau sesudah penjemuran. Kacang mete gelondongan yang berkecambah dipisahkan dengan kacang mete yang sehat. Setelah dipisahkan kacang mete gelondong dapat diolah atau dilakukan pengacipan. 2. Pengupasan Gelondong (Pengacipan) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengacipan mete adalah : fasilitas dan pengawasan terhadap kebersihan, memisahkan hasil kupasan yang rusak atau busuk agar tidak tercampur dengan kupasan yang baik, pekerja harus memakai alat pelindung (sarung tangan karet) agar kulit tidak teriritasi. Sebelum pengacipan, alat-alat yang dibutuhkan seperti alat kacip, kapur, karung, wadah untuk penyimpan olahan dan penyungkil. kacip berfungsi untuk membelah kacang mete gelondongan. Kapur berfungsi untuk menetralisir minyak kulit mete yang berbahaya untuk kulit. Karung berfungsi sebagai pengalas pada saat mengacip kacang mete dan menampung kulit mete. Wadah penyimpan olahan untuk menyimpan hasil olahan. Penyungkil berfungsi untuk memisahkan mete yang masih melekat dengan kulit mete. Letakan alat kacip pada permukaan yang rata agar kacip tidak bergerak pada saat pengacipan berlangsung. Siapkan material kacang mete gelondongan dan penyungkil di atas kacip tersebut serta kapur. Setelah semua alat dapat digunakan maka pengacipan dapat dilakukan. Pertama letakan material kacang mete pada mata kacip bagian bawah lekukan kacang mete gelondongan menghadap keatas pada mata kacip bagian atas. Kedua, mata kacip atas diturunkan dengan menggunakan tangan kanan sementara tangan kiri tetap memegang material kacang mete. Ketiga, kacip bagian atas ditekan kebawah sampai mengeluarkan bunyi. Kacip yang ditekan tidak boleh sampai membelah dua kacang mete gelondongan. Keempat, mata kacip di gerakan kekanan untuk memisahkan mete dengan kulit apabila mete dan kulit belum terpisah maka kita menggunakan penyungkil untuk memisahkannya. 3. Pengupasan Kulit Ari Sebelum pengupasan kulit ari mete harus dijemur dipanas matahari sekitar 2-3 jam untuk mempermudah proses pengupasan kulit ari. Alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut : a. Wajan sebagai wadah untuk memanaskan air yang akan digunakan uapnya untuk memanaskan mete sebelum pengupasan kulit ari b. Talang sebagai wadah yang digunakan untuk meletakkan kacang mete pada saat dipanaskan. c. Menggunakan air untuk mencegah kegosongan pada saat memanaskan kacang mete. d. Tungku dan kayu bakar Langkah-langkah pengupasan kulit sebagai berikut : Wajan diisi air secukupnya kemudian letakan talang di atasnya dan dipanaskan diatas tungku. Setelah air mendidih kacang mete yang akan dikupas arinya diletakan diatas talang. Tunggu sampai kacang panas dan kacang mete bisa dikupas dengan menggunakan tangan. Kacang mete yang dikupas harus dilakukan perlahan untuk mengurangi junlah kacang mete yang tidak utuh. Kacang mete yang belum bisa dikupas dengan tangan kembali dipanaskan. 4. Pengeringan Hasil olahan dan Penyortiran Kacang Pengeringan kacang mete yang masih berkulit ari dilakukan dengan pemanasan di atas wajan atau dengan oven (700C) selama 2- 4 jam. Kacang mete yang telah dikupas arinya di keringkan kembali untuk meningkatkan ketahanan dalam penyimpanan. Semakin kering kacang mete maka semakin lama bertahan dari kerusakan. Kebanyakan pelaku home industry kacang mete mengeringkan kacang mete kupas hanya menggunakan tenaga matahari. Untuk mengeringkan, kacang mete diletakkan dipanas matahari selama 4-5 jam. Setelah kering kacang mete disortir. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusluhtan BPPSDMP Email : agussutarman56@gmail.com Sumber : 1. Mulyono, E. 2010. Teknologi Pengolahan Mete. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen.Bogor. Cetakan kedua http://buahandalan.blogspot.com/2011/01/proses-pengolahan-kacang-mete.html