Loading...

PENGOLAHAN MINYAK NILAM

PENGOLAHAN MINYAK NILAM
Minyak nilam diperoleh dari penyulingan daun dan tangkai nilam. Pada tanaman yang tumbuh baik, panen dapat dilakukan pada umur 6-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dapat dilakukan 4-6 bulan sekali tergantung curah hujan dan kesuburan tanah. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau menjelang malam dan jangan pada siang hari. Untuk mendapatkan mutu dan rendemen minyak yang tinggi, sebelum penyulingan daun nilam harus mengalami perlakuan pendahuluan sebagai berikut : penjemuran selama 4 jam yang diikut dengan pengering anginan kurang lebih selama 6 hari. Bila penyulingan tidak dapat langsung dilaksanakan, penyimpanan daun kering disarankan tidak lebih dari satu minggu. Proporsi daun terhadap tangkai terbaik adalah 1:1. Pengolahan nilam dilakukan dengan cara penyulingan uap terhadap daun keringnya. Penyulingan merupakan suatu proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padatan dari dua macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uap masing – masing zat tersebut. Proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air. Minyak nilam yang dihasilkan dari penyulingan kemudian di uji dengan menggunakan pengujian mutu minyak nilam yang berstandart SNI. Proses pengolahan Pada dasarnya pemanfaatan nilam diolah tujuanya adalah untuk mendapatkan minyak nilam itu sendiri, dan langkah dari pengolahan nilam tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang sederhana, dan tidak rumit. Hanya saja untuk alat – alatnya yang diperlukan dalam proses pengolahannya mempunyai nilai ekonomis yang tidak sedikit karena hampir semua alat yang digunakan terbuat dari bahan dari stainlessteel agar awet dan higienis. Cara penyulingan minyak nilam itu sendiri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu 1. Di rebus Cara penyulingan minyak nilam yang paling baik adalah dengan sistem ini yang pada dasarnya hanyalah dengan mengalirkan uap yang bertekanan tinggi.Pada cara ini drum perebus air ( ketel) dipisahkan ari drum bahan (still). Uap air yang dihasilkan pada ketel perebus air, dialirkan pada sebuah pipa ke dalam drum bahan. Bahan yang disuling diletakan diatas piringan yang berlubang – lubang di dalam drum. Piringan boleh lebih dari satu dan di susun secara bertingkat. Untuk memudahkan pergerakan uap air ke tingkat yang lebih tinggi,maka harus disediakan ruang kosong antara bahan yang terletak pada piringan dibawahnya dengan piringan di atasnya. Antara piringan yang terletak pada susunan yang paling bawah dan alas drum harus ada ruang kosong sebagai tempat penampung uap yang dihasilkan oleh ketel. Uap jernih yang dihasilkan di ketel dialirkan ke drum bahan. Bersama uap air ini minyak nilam akan ikut terbawa. Selanjutnya campuran minyak dan uap dikondensasi di pipa pendingin setelah mengalami pendinginan, campuran air dan minyak ditampung di bejana pemisah. Dengan adanya perbedaan berat jenis maka air dapat dipisahkan dengan minyak. Penyulingan dengan cara ini akan menghasilkan minyak bermutu tinggi. Diagram alir penyulingan nilam dengan metode uap langsung ditunjukan pada gambar di bawah ini. Diagram alir penyulingan minyak nilam dengan Metode uap langsung 2. Di kukus Penyulingan dikukus, mirip cara pertama, hanya saja antara daun nilam dan air dibatasi saringan berlubang. Daun nilam diletakkan di atas saringan, sementara air berada di bawahnya. 3. Di uap Sementara sistem penyulingan uap menjamin kesempurnaan produksi minyak atsiri. Pada sistem ini bahan tidak kontak langsung dengan air maupun api. Prinsipnya, uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke ketel berisi daun nilam (ada dua ketel). Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju kondensor hingga mengalami proses kondensasi. Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes ditampung, selanjutnya dipisahkan untuk mendapatkan minyak nilam. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusluhtan BPPSDMP Email : agussutarman56@gmail.com Sumber : 1. Nurdjanah, N., Hidayat, T dan Winanti, C. 2011. Teknologi Pengolahan Minyak Nilam. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen.Bogor. Cetakan kedua http://coretanmbon.blogspot.com/2012/02/makalah-pengolahan-nilam.html