Loading...

Pengolahan Silase Ikan Sebagai Pakan Ternak

Pengolahan Silase Ikan Sebagai Pakan Ternak
Pengolahan Silase Ikan Sebagai Pakan Ternak Silase Ikan merupakan produk cair yang diperoleh dari ikan atau sisa-sisa olehan ikan yang difermentasikan. Di Indonesia silase ikan ini belum berkembang secara komersional padahal memiliki potensi untuk hal tersebut karena produk perikanannya cukup banyak terutama pada daerah yang potensi ikannya tinggi serta pengolahan silase ikan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengolahan tepung ikan. Silase ikan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian tepung ikan sebagai sumber protein hewani dalam ransum ternak, karena silase ikan menandung zat gizi yang hampir sama dengan tepung ikan sehingga dapat menggantikan penggunaan tepung ikan dalam ransum.Pembuatan silase Ikan Pembuatan silase ikan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimiawi dan cara biologis. Cara kimia dilakukan dengan menambahkan asam organik, sedangkan cara biologis dilakukan dengan menambah sumber bakteri asam laktat dan karbohidrat sebagai substrat, kemudian difermentasikan dalam keadaan an aerob (tanpa udara).A. Pengolahan secara Kimiawi, Bahan yang di butuhkan untuk membuat silase adalah ikan atau sisa ikan, asam organik (asam semut,formiat atau propionat), sedangkan alat yang digunakan adalah wadah penyimpanan yang tahan terhadap asam, alat untuk mencincang atau menggiling daging ikan. Pengolahan silase melalui proses kimia tergantung pada kadar lemak bahan metahnya.1. Ikan berkadar lemak rendah. Misalnya Tuna dan cakalang; Teknik pengolahannya adalah : Ikan atau sisa ikan dibersihkan kemudian ikan dicincang atau digiling dan tempatkan pada wadah yang tahan asam. Tambahkan asam organik sebanyak satu liter untuk 30 kg ikan. Kemudian aduk campuran tersebut secara merata 3 sampai 4 kali selama 4 hari. Pengadukan yang merata ini sangat penting sebab bila ada bagian lain yang tidak terkena asam akan terjadi pembusukan yang lama kelamaan akan meluas dan akan membusuk seluruh ikan yang ada.Dan simpan dalam keadaan tertutup dan sekali-kali diaduk.2. Ikan berkadar lemak tinggi; misalnya kakap dan kerapu;Teknik pengolahannya yaitu ikan atau sisa ikan dibersihkan dan digiling atau dicincang kemudian ditambah asam organik sebanyak 1 liter untuk 30 kg ikan. Aduk secara merata kemudian biarkan selama 24 jam, setelah itu diperas atau di pres dengan alat pengepres. Ampas hasil perasan digiling kemudian simpan di tempat yang dingin Air perasan disimpan selama 24 jam agar bagian lemak terapung. Bagian lemak dibuang, kemudian air yang bebas lemak ditambahkan kembali atau dicampur kembali dengan ampas hasil perasan. Simpan campuran tersebut dalam wadah tertutup dan tahan asam.B. Pengolahan Secara Biologis, bahan yang digunakan yaitu ikan/sisa ikan, bahan makanan sumber karbohidrat (misalnya jagung,dedak dan lain-lain), air. Sedangkan alat yang digunakan kantong plastik, alat untuk menggiling/mencincang ikan, selang plastik, ember.Pengolahannya dilakukan sebagai berikut (1) ikan yang sudah dibersihkan di giling/dicincang (2) Ikan yang sudah digiling diaduk dengan bahan makanan lain (jagung,gaplek, dedak). Perbandingan ikan dengan bahan lain adalah 10 kg ikan dengan 2 sampai 2,5 kg bahan pencampur (10 : 2,5) (3) campuran tersebut dimasukkan dalam kantong plastik. (4) Masukkan salah satu ujung selang plastik pada kantong plastik kemudian plastik dengan selang di ikat rapat-rapat, sedangkan ujung yang lain dari selang dimasukkan keember yang berisi air. Hal ini maksudnya agar gas yang terbentuk dalam kantong dapat keluar melalui selang tersebut.(gas biasanya terbentuk pada hari ke 4). Sedangkan udara dari luar tidak dapat masuk karena dihalangi oleh air dalam ember. (5) Silase disimpan, setelah 10 hari sudah dapat digunakan. Penggunaan Silase , Silase dapat digunakan kira-kira 10 hari setelah selesai diolah. Penggunaan silase sebagai makanan ternak ada 2 cara yaitu : (1) langsung digunakan dalam bentuk basah dengan menambahkan pada makanan lainnya pada saat pemberian makanan. Hal ini hanya dapat dilakukan untuk ternak yang biasa makanan basah seperti babi dan itik. (2) Dikeringkan, yaitu dengan terlebih dahulu mencampur silase dengan makanan lain, dijemur kemudian diberikan pada ternak. Campuran silase ini dapat digunakan dalam ransum ayam buras, pedaging dan ayam petelur. Penyusun :Sad Hutomo PribadiSumber bacaan : BIP Sulut.Sumber foto : BPTP Kaltim