PENGOLAHAN TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH KECAMATAN WAWOTOBI KAB. KONAWE
Lahan sawah adalah tanah yang dapat digenangi air dengan mempertahankannya, dapat diratakan dan dibatasi dengan pematang sawah beririgasi (teknis, stengah teknis) dan sawah tadah hujan. Tindakan yang sangat penting dalam pengolahan tanah sawah adalah pelumpuran (proses terurainya agregat - agregat tanah menjadi partikel partikel yang lebih kecil dan seragam, yang terjadi akibat adanya tenaga mekanis pada tanah yang mempunyai kandungan air tanah yang tinggi. Pengolahan tanah bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula menjadi datar dan melumpur dengan begitu : Gulma akan mati dan membusuk menjadi humus Aerasi tanah menjadi lebih baik Lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat ait. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang atau galengan diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman. Tahapan pengolahan tanah pada prinsipnya mencakup kegiatan kegiatan berikut : Pembersihan Pematang sawah dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki dan dibuat agak tinggi, pembersihan sisa sisa tanaman dapat dikerjakan dengan tangan dan dicangkul. Fungsi utama pematang : Disaat awal untuk menahan air selama pengolahan tanah agar tidak mengalir keluar petakan Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi Pengcangkulan Dilakukan perbaikan pematang dan saluran, pencangkulan, sudut – sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak dan traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah. Pembajakan Pembjakan dan penggaruan merupakan kegiatan yang berkaitan kedua kegiatan tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanami padi. Dengan pembajakan ini diharapkan gumpalan – gumpalan tanah terpecah menjadi kecil – kecil, gumpalan tanah tersebut kemudian dihancurkan dengan garu sehingga menjadi lumpur halus yang rata. Pengolahan tanah merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap hasil padi selain faktor – faktor lainnya seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit dll. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara kering atau basah. Tetapi yang biasanya dilakukan pada umumnya adalah secara basah Cara pengolahan tanah dapat dilakukan tenaga manusia, hewan dan alat mesin pertanian. Secara umum pengolahan tanah meliputi tiga fase : Penggenangan tanah sawah sampai tanah jenuh air Membajak sebagai awal pemecahan bongkahan dan membalik tanah Menggaru untuk menghancurkan dan melumpurkan tanah. Ciri – ciri tanah siap untuk ditanami ; Tanah terolah berlumpur Air tidak lagi banyak merembes ke dalam tanah Permukaan tanah rata Pupuk tercampur rata Bersih dari sisa gulma dan tanaman.