Loading...

PENGOPTIMALAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN POLA TANAM TUMPANG SARI PADI GOGO DAN JAGUNG

PENGOPTIMALAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN POLA TANAM TUMPANG SARI PADI GOGO DAN JAGUNG
Tumpang sari merupakan salah satu cara bercocok tanam dengan mencampur jenis tanaman (polyculture) pada waktu dan lahan yang sama. Tumpang sari ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal dari 2 (dua) tanaman atau lebih dalam satu lahan, selain itu diharapkan juga dapat memperkecil biaya tanam dari segi pengolahan lahan, perawatan tanaman, pemupukan dan tentunanya tenaga kerja. Teknologi budiaya yang belum optimal dan penurunan luas lahan pertanian menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi produksi tanaman pangan di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan mengoptimalkan penggunaan lahan dan menggunakan teknologi yang tepat. Penggunaan pola tanam tumpang sari padi gogo dengan jagung diharapkan dapat meningkatkan meningkatkan produksi padi dan memaksimalkan penggunaan lahan. Berikut adalah cara budidaya padi gogo dan jagung dengan pola tanam tumpang sari :1. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dilakukan menggunakan hand tractor guna menciptakan kondisi tanah yang gembur pada kedalam yang cukup, aerasi dan drainasi tanah menjadi lebih baik sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah ini dilakukan 2 minggu sebelum tanam.2. Penanaman Setelah dilakukan pengolahan tanah maka segera dilakukan penanaman benih padi gogo dengan cara ditugal pada kedalaman sekitar 5 cm sebanyak 4-5 butir benih padi gogo perlubang tanam dan dengan jarak tanam 20 x 10 cm. Penanaman pola tanam tumpang sari ini dilakukan dengan menanam padi gogo lebih awal dengan selang waktu 3 minggu sebelum penanaman jagung. Setelah padi gogo berumur 3 minggu setelah tanam maka dilakukan penanaman jagung dengan jarak tanam 40 x 12,5 cm dan dengan cara ditugal pada kedalaman sekitar 5 cm sebanyak 1 biji benih jagung per lubang tanam. 3. Pemupukan Pemupukan dilakukan pada 10-15 hari setelah tanam dan 30-45 hari setelah tanam atau pada saat tanah dalam kondisi lembab dengan jenis dan takaran pupuk yang diberikan adalah 50 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl per hektar. Pada pola tanam tumpang sari padi gogo dan jagung pemupukan menggunakan rekomendasi untuk padi gogo karena tanaman jagung memperoleh manfaat dari pemupukan tersebut, sehingga pupuk yang diberikan dapat terserap seluruhnya tanpa ada yang terbuang. 4. Pemeliharaan Tanaman Pengendalian gulma dengan penyemprotan herbisida dapat dilakukan pada saat 15 hari setelah tanam dan dilanjutkan dengan penyiangan dilakukan 25-30 hari setelah penananam bersamaan dengan perlakuan pembumbunan tanah di sekitar diperakaran tanaman padi gogo dan jagung. 5. Panen Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo ditandai dengan 90% bulir padi telah menguning dan untuk jagung ditandai dengan mengeringnya klobot dan mengerasnya biji jagung. Oleh : Mega Silvia Fitrianti, SP (Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian TPH, Lampung Tengah)