Oleh : Dwi Rahayu S. AMd.BPP Kecamatan Trawas Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah. Namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan (1 ha).Untuk melakukan pengubinan ini ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin menghitung potensi hasil tanamannya. Prosesnya sangat sederhana, petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengubinan dan diupayakan tanaman padi yang akan diubin sudah benar-benar siap untuk dipanen (fisiologis dan umurnya sudah tepat).Pengubinan dilakukan dengan cara cara sebagai berikut :1. Mengambil titik ubinan berukuran 2,5m x 2,5m per hektar sawah.2. Memotong padi hasil ubinan3. Memisahkan bulir padi dari batangnya.4. Menampi untuk memisahkan gabah hampa.5. Menimbang padi hasil ubinan (termasuk gabah hampa.)Setelah itu timbang padi hasil pemisahan tadi. Rumus yang digunakan :Produksi = Hasil Timbangan x 10.000 6.25 = hasil timbangan x 1600Misal hasil pengubinan diperoleh gabah dengan berat 5,2 kg maka akan diperoleh hasil produksi sebanyak 5,2 kg x 1600 = 8.32 ton. Fungsi kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi petani, hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon (borong) yang hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada. Kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan petani tentang prediksi produksi gabah panennya. Walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung namun secara sosial hal ini bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon.Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi penyuluh pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena metode pengubinan juga menerapkan metode dan teknik teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Pengubinan juga menjadi tolok ukur keberhasilan dalam melakukan usaha tani. Peningkatan hasil ubinan menunjukan adanya dampak penerapan teknologi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakuan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha tani yang akan datang.Oleh karena itu dalam setiap kegiatan pengubinan penyuluh tidak hanya melakukannya bersama petugas dari BPS namun juga melibatkan petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan pengubinan https://gp-ptt.blogspot.com/2016/03/panen-dan-pengambilan-ubinan.html