Penanganan pascapanen yang baik akan memberikan dampak buah tetap menarik dan segar sampai di tangan konsumen. Beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan setelah pisang dipanen yaitu pengumpulan buah pisang, penyisiran, pembersihan dan sortasi. Kegiatan ini harus ditangani secara cermat dan berhati-hati oleh petani sehingga petani akan mendapatkan harga yang menarik.1. PengumpulanSetelah dipanen, buah pisang dikumpulkan di tempat yang teduh, bersih, kering dan beralas, berjajar, tidak bertumpuk, serta harus dihindari penetesan getah dari tangkai yang dapat menodai buah pisang, karena penampilan buah menjadi kotor. Buah pisang dari sentra produksi diangkut dalam bentuk tandan atau sudah disisir dikebun dan dimasukkan dalam kemasan boks. Pengangkutan pisang ke tempat pengumpulan dilakukan oleh petani dengan menggunakan pikulan ke rumahnya atau menggunakan truk/mobil pick up. Apapun sarana angkut yang digunakan, yang harus diperhatikan adalah pengumpulan pisang harus hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat benturan fisik/mekanis. Di perkebunan besar, tandan buah pisang dari kebun diangkut menggunakan kabel atau fasilitas lainnya menuju rumah pengemasan. Rumah pengemasan merupakan bangunan yang dilengkapi dengan fasilitas berupa pemotong sisir, bak pencucian, meja-meja sortasi, penimbangan, perlakuan pengendalian hama dan penyakit pasca panen, dan fasilitas pengemasan.2. PenyisiranBuah pisang di Indonesia diperdagangkan dalam bentuk tandan, sisir atau satu gandeng (terdiri atas dua buah). Untuk menjaga kualitas buah pisang, cara terbaik dalam pengiriman buah adalah dalam bentuk sisir yang dikemas dalam boks karton atau peti plastik. Pekerjaan pemotongan sisir dilakukan oleh pekerja di rumah pengemasan menggunakan pisau khusus. Cara melakukan penyisiran pisang yaitu : (a) tandan pisang ditempatkan dalam posisi berdiri dengan pangkal tandan sebelah atas, (b) pangkal tandan dipegang dengan tangan kiri, dan pisau cekung diarahkan/ditempatkan pada pangkal sisir yang masih melekat pada tandan. Pisau penyisir berbentuk cekung disesuaikan dengan ukuran lingkaran pangkal sisir, (c) sisir buah yang telah lepas dari tandan, pangkal sisirnya diserut dengan pisau sendok untuk membuang sisa-sisa serat tandan yang masih melekat pada pangkal sisir pisang tersebut. Pada tahap penyisiran ini, dapat digunakan pisau biasa sambil dilakukan pencucian dalam air yang mengalir dan pembersihan sekaligus, seperti merapikan bentuk-bentuk sisiran yang tidak homogeny dan membuang pistil kering.3. Pembersihan dan SortasiKegiatan pembersihan dan sortasi merupakan dua kegiatan yang berbeda. Namun dalam prakteknya, dua kegiatan ini seringkali dilaksanakan secara bersamaan. Pembersihan dilakukan untuk membekukan getah dan sekaligus membersihkan debu dan kotoran yang melekat pada permukaan buah serta pistil yang sudah kering. Sisir-sisir pisang segera dibersihkan dengan cara merendam dalam bak pencuci dalam waktu singkat atau dicuci pada air yang mengalir. Air dalam bak harus sering diganti. Jika tidak, dapat merupakan sumber inokulum yang kemudian menginfeksi bagian mahkota dan menyebabkan busuk. Untuk mencegahnya, dalam air pencucian dapat ditambahkan klorin, berupa Natrium hipoklorit 75 – 125 ppm untuk membunuh spora Fusarium, Colletotrichum, dan Botryodiplodia serta cendawan lain yang sering menyerang mahkota pisang. Jika satu sisir pisang berukuran besar dan berisi banyak, maka perlu dipotong lagi atau dalam bentuk klaster, agar lebih mudah penanganannya saat pengemasan. Setelah itu pisang ditiriskan atau dikering anginkan agar buah menjadi kering dan tidak lembab. Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah yang baik dan buah yang tidak memenuhi syarat untuk dipasarkan. Misalnya karena kerusakan mekanis, serangan hama dan penyakit, busuk, buah yang tidak normal bentuk, ukuran dan untuk tingkat ketuaannya (terlalu muda/terlalu tua). Tujuannya agar mendapatkan keseragaman baik berat, ukuran, warna maupun aspek mutu lainnya. Disarikan oleh : Lasarus KL, Pusat Penyuluhan Pertanian.Sumber : 1. Pedoman Penanganan Pascapanen Pisang, 2012. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Ditjen Hortikultura. 2. Suyanti, A. Supriyadi, 2008. Pisang. Budidaya, Pengolahan dan Prospek Pasar. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.