Peningkatan Kemampuan Kelompok Tani Melalui SL-GAP Bawang Merah
Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia, sehingga bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun di saat-saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok.Namun saat ini pelaku usaha budidaya bawang merah Kota Baubau dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dan lain-lain yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut,maka Dinas Pertanian dan Kehutanan melalui Bidang Perkebunan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Good Agriculture Practices (SL-GAP) Bawang Merah yang berlokasi di Kelompok Tani Baru Muncul Kelurahan Liabuku. Kegiatan ini sendiri di ikuti peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari beberapa anggota kelompok tani dari Kel. Liabuku, Kel Kampeonaho, Kel. Lowu-lowu dan Kelurahan Kantalai.Adapun benih yang digunakan pada kegiatan ini adalah varietas Super Philip yang berasal dari Bima yang berlabel Ungu dan Biru. Penggunaan label ungu dan biru mengingat Baubau saat ini berpotensi dilakukan pengembangan bawang merah, namun yang menjadi salah satu kendala adalah susahnya mendapatkan benih bermutu sehingga melalui kegiatan ini juga dilakukan penangkaran benih pada beberapa lahan anggota kelompok yang nantinya diharapkan dapat menjadi sumber benih pada penanaman berikutnya.Materi yang disampaikan pada kegiatan SL-GAP Bawang Merah ini diantaranya di titik beratkan pada:1. Peolahan Tanah dan pembuatan bedengan;2. Pemilihan benih yang baik;3. Pemupukan dan penanganan gulma;4. Penanganan Hama Penyakit;5. Panen dan Pasca Panen;6. Serta materi tambahan berupa Pembuatan pupuk organik dan Mikro Organisme Lokal (MOL).Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para anggota kelompok tani telah memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih dalam budidaya bawang merah, apalagi selama ini sebagaian besar anggota kelompok belum pernah melakukan budidaya bawang merah. Namun megingat ketersediaan lahan dan potensi pengembangan bawang merah masih sangatlah besar maka diharapkan anggota kelompok tani yang telah mengikuti SL-GAP dapat membudidayakan bawang merah sehingga mampu meningkatakan pendapatan ekonomi keluarga. Penulis: ASDIN, S.TP