PENINGKATAN PRODUKSI DENGAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Berbagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas telah di lakukan, namun hal ini belum cukup. Upaya untuk meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan dengan adanya inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi usaha tani tanaman padi. Salah satu altrnatif teknologi adalah dengan system tnam jajar legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun di banding pola tanam tegel 25 x 25 cm yang hanya 160.000 rumpun per ha. Dengan pola tanam ini,seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan. Kelurahan Jetak adalah salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Bojonegoro di sebelah utara Kel. klangon, selatan Desa sumber tlaseh, timur Kel. ledok kulon dan Desa pacul, Barat Desa Ngulanan. Pada bulan Maret 2019 kelompok Karya Makmur Satu telah menerapkan teknologi tanam sistem jajar legowo 2:1 dengan luas 0,25 mendaapatkan produksi 2,5 ton lebih tinggi dari musim tanam yang sebelumnya yang mendapatkan produksi 2 ton dengan luasan sama . Jadi sudah terbukti bahwa usaha tani tanaman padi dengan sistem jajar legowo secara ekonomis lebih menguntungkan Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi yang terdapat dalam paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir). Adapun manfaat dan tujuan dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah sebagai berikut : Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 % yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro. Dengan adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan. Dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil. Dengan demikin sistem tanam jajar legowo juga terbukti mengurangi kemungkinan serangan hama terutama tikus, menekan serangan penyakit, memudahkan pengendalian gulma dan pemupukan,pengendalian hama dan penyakit, populasi tanaman lebih banyak dan produksi meningkat. (oleh Imam Rumpoko, SP - PPL Kec. Bojonegoro, Kab.Bojonegoro)