Loading...

Peningkatan Produksi Padi Organik melalui Bimtek Pembuatan POC di Kabupaten Wamena

Peningkatan Produksi Padi Organik melalui Bimtek Pembuatan POC di Kabupaten Wamena
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia buatan pabrik. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Wilayah Papua yang potensial untuk pengembangan pertanian organik adalah wilayah dataran tinggi di Kabupaten Jayawijaya karena kebudayaan masyarakat sekitar yang tidak menerapkan penggunaan pupuk anorganik ataupun pupuk sintesis dan adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat melalui Perda . Selain itu di Kabupaten Jayawijaya harga pupuk anorganik yang relatif lebih mahal (dibandingkan di luar Papua) juga terbatas jumlahnya. Bandingkan dengan di luar Papua (khususnya P. Jawa) yang sebagian besar lahan pertaniannya sudah tercemar akibat pemakaiaan pupuk anorganik berlebih. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa hasil produksi berbagai macam tanaman sayuran di Papua produktivitasnya hampir sama antara pemakaian pupuk organik dengan pemakaian pupuk anorganik. BPTP Papua menjadi salah satu UPT Kementerian Pertanian yang secara terus-menerus membina petani di Provinsi Papua, tidak terkecuali di Wamena. Bimbingan teknis merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam meningkatkan produksi pertanian organik utamanya tanaman padi. Materi bimtek yang diaplikasikan adalah Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dilaksanakan tanggal 28 November 2018. Materi disampaikan oleh Arifuddin Kasim, SP dan Daud Tangkearung, S.ST serta dihadiri oleh Kepala BPTP Balitbangtan Papua, Kabid Tanaman Pangan dan Kasie. Produksi Tanaman Dinas Pertanian Kab. Jayawijaya, Kepala Kampung Helalua, Kelompok Tani serta petani di sekitar lokasi bimtek. POC dibuat dengan cara mencacah batang pisang, kemudian dicampur dengan dedak, jerami padi, kotoran ayam dan selanjutnya ditambahkan air sampai memenuhi tong 50 Liter. Melalui kegiatan bimtek, diharapkan mampu meningkatkan unsur hara lahan sawah di Kabupaten Wamena, sehingga prpoduktivitas padi tidak menurun. Penulis : Septi Wulandari dan Sitti Raodah GarudaJabatan : Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPTP Papua