Pemangkasan atau purining adalah langkah pembuangan beberapa bagian pada tanaman jambu mete seperti cabang dan ranting untuk mendapatkan bentuk tertentu, sehingga dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi agar cahaya matahari mampu menyinari, mempermudah mendeteksi hama penyakit, serta mempermudah proses panen tanaman jambu mete tersebut. Selain itu pemangkasan juga berguna untuk mengurangi beban tanaman jambu mete, sehingga keberadaan daun, rating, dan buah yang terlampau lebat dapat dikurangi. Dengan begitu, tanaman jambu mete dapat menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik.Selain mampu memperbaiki kualitas serta kuantitas tanaman jambu mete dan buah, pemangkasan juga dapat memperbaiki kondisi lingkungan tanaman jambu mete seperti kelembapan, udara, cahaya, sirkulasi angin, dan suhu. Sehingga aktivitas proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik, normal, serta produksi oksigen dari tanaman jambu mete semakin banyak.Tak hanya itu saja, pemangkasan juga dapat memperbaiki kondisi tanaman jambu mete karena sistim pembuahan terangsang dan produksi pada tanaman jambu mete semakin meningkat. Untuk melakukan pemangkasan pada tanaman jambu mete yang baik, harus memperhatikan waktu pelaksanaan yang tepat. Karena jika melakukan pemangkasan saat waktu yang kurang tepat, dapat melukai tanaman jambu mete tersebut hingga mengakibatkan tanaman jambu mete tidak mau berbuah lagi dan yang paling fatal tanaman jambu mete tersebut dapat mati. Hingga saat ini terdapat 3 Teknik pemangkasan tanaman jambu mete, dengan cara dan tujuan yang berbeda. Agar tanaman jambu mete dapat tumbuh sesuai dengan harapan, tentunya dengan harapan mampu memberikan hasil yang optimal. Masing-masing jenis pemangkasan tanaman jambu mete memiliki kelebihan sendiri, sehingga dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. Berikut adalah 3 Teknik pemangkasan tanaman jambu mete : 1. Pemangkasan Bentuk : Pemangkasan ini berfungsi untuk membentuk tanaman jambu mete saat umur tanaman jambu mete yang masih muda, sehingga dapat dibentuk sesuai selera petani atau pemilik tanaman jambu mete. Pada beberapa jenis tanaman jambu mete tertentu seperti jambu dan mangga, pemangkasan bentuk menggunakan formasi 1-3-9. 1 batang utama yang di purining (pangkas), akan tumbuh menjadi beberapa cabang primer. Dari beberapa cabang primer tersebut, akan dipilih 3 cabang dengan pertumbuhan paling baik dan seimbang dengan pertumbuhan yang proporsional. Setelah beberapa hari 3 cabang primer tersebut akan dipangkas lagi agar mendapatkan 3 cabang sekunder dengan pertumbuhan terbaik, seimbang, dan proporsional.2. Pemangkasan pemeliharaan :Pemangkasan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman jambu mete, dengan melakukan pemangkasan dan pemberian pupuk. Pada umumnya, teknik ini biasa dilakukan setelah tanaman jambu mete selesai berbuah (panen). Karena setelah masa panen, tenaga tanaman jambu mete habis untuk membesarkan dan memberikan nutrisi ke buah yang sudah dipanen. Ketika pentil atau tunas buah terbentuk dan mulai masak, saat inilah pemangkasan dilaksanakan dengan cara memotong semua ujung-ujung ranting. Sehingga ujung-ujung ranting akan terangsang dan membuat tunas-tunas baru dengan jumlah yang lebih banyak dari tunas yang dipangkas sebelumnya.3. Pemangkasan produksi :Pemangkasan teknik ini berfungsi untuk menumbuhkan tunas-tunas produktif yang berada di ranting bagian luar tanaman jambu mete, sehingga semakin banyak tunas produktif yang tumbuh di ujung ranting.Selain itu, semakin banyak bunga dan buah yang tumbuh di ujung rating produktif akan menambah produktifitas tanaman jambu mete tersebut. Disusun oleh: Rahmi Apriaty, SP Penyuluh pertanian Pertama WKPP desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu Kabupaten kepulauan Selayar, Sul-Sel