Loading...

PENTINGNYA PENGELOLAAN HARA TANAMAN MELALUI PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK

PENTINGNYA PENGELOLAAN HARA TANAMAN  MELALUI PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK
Tanaman umumnya memerlukan 16 macam unsur hara yang berasal dari tanah, udara dan air. Unsur hara tersebut bersifat esensial, artinya bahwa kekurangan salah satu unsur tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain karena sifat dan fungsinya dalam tanaman berbeda-beda. Kenyataan dilapangan (petani) kurang mengetahui jenis dan manfaat unsur-unsur tersebut, bahkan ada kecenderungan merasa tidak perlu dan tidak mau tahu akan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Mereka menganggap jika tanaman sudah dipupuk Urea sudah merasa cukup, padahal Urea hanya mengandung satu unsur hara N.Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan unsur hara tanaman adalah bagaimana mempertahankan produktivitas tanaman secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan bahan dasar lainnya, juga untuk mempertahankan dan (kalau mungkin) meningkatkan sumberdaya lahan dan air. Hal ini sangat berkaitan karena jika sumberdaya lahan dan air turun maka produktivitas tanaman jangan harap bisa dipertahankan. Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal maka hara tanah harus tersedia dalam : bentuk larutan dalam system air-tanah; jumlah cukup dan berimbang sesuai kebutuhan tanaman; bentuk segera terserap akar. Sedangkan tanaman mengambil hara terutama berasal dari: cadangan yang ada dalam tanah, pemberian pupuk organik/anorganik, dan Nitrogen dari udara. Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman : Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang jika diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Terdapat 2 jenis pupuk yaitu pupuk anorganik (pupuk buatan) dan pupuk organik. Keuntungan dari aplikasi kombinasi kedua jenis pupuk tersebut adalah kekurangan sifat pupuk organik dipenuhi oleh pupuk anorganik, sebaliknya kekurangan dari pupuk anorganik dipenuhi oleh pupuk organik.Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat di pabrik. Dari jenisnya, pupuk anorganik dibagi menjadi :• Pupuk Tunggal pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara. Contoh: pupuk urea, SP-36, TSP dan pupuk ZA.• Pupuk Majemuk: pupuk yang terdiri dari beberapa unsur hara utama sekaligus.Contoh: pupuk NPK.Kelebihan pupuk anorganik adalah dari segi kepraktisan dan kecepatan terserapnya unsur hara dari pupuk. Kekurangan pupuk anorganik adalah pupuk anorganik mudah menguap dan mudah larut dalam air sehingga bisa terbawa aliran air yang mengairi sawah. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menggerus kekayaan unsur hara tanah dan meracuni tanah. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Saat ini sedang populer pertanian organik yaitu sistem pertanian yang hanya menggunakan input pupuk yang bersifat organik dan tidak menggunakan pestisida kimia. Untuk skala kecil sistem ini dapat dilaksanakan, namun dalam skala besar pasti akan mengganggu ketahanan pangan karena produktivitas akan menurun drastis pada beberapa musim tanam pertama sampai produktivitasnya stabil. Untuk mengatasi dilemma tersebut, maka keterpaduan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik sangat diperlukan, tetapi penggunaan pupuk anorganik jangan sampai mengganggu (mencemari) lingkungan. Adapun keunggulan perpaduan pemakaian pupuk organik-anorganik antara lain:• Menyediakan semua hara yang dibutuhkan dalam jumlah seimbang serta memperbaiki penyerapan dar pupuk tambahan yang diberikan • Menambah kandungan hara tanaman yang tersedia dan mudah diserap tanaman• Membantu mempertahankan kandungan bahan organik tanah pada level tertentu sehingga mampu menjaga/memperbaiki kesuburan tanah (fisik, kimia dan biologi).• Mampu meningkatkan dan mempertahankan produktivitas tanaman dengan menyediakan hara (makanan) tanaman secara kontinyu• Membantu mempertahankan ekologi tanah sehingga kesehatan tanah dan tanaman menjadi lebih baikMempelajari kemungkinan pemakaian perpaduan pupuk organik dan anorganik rasanya tidak susah untuk dicoba, baik itu oleh petani pangan, sayuran, penghobi tanaman hias ataupun oleh kita semua, karena sudah banyak petani yang beralih dari pertanian yang hanya menggunakan pupuk anorganik ke pertanian yang menggunakan perpaduan pupuk organik-anorganik. Bahkan secara tidak sadar sudah sejak lama (turun temurun) masyarakat melakukannya, contohnya penggunaan pupuk kandang atau hijauan, kascing dan arang sekam. Penulis : NOSA SUGESA, S.P., MP. (diambil dari berbagai Sumber)