Berawal dari keinginan merubah perilaku kurang produktif masyarakat tani diwilayah kerjanya yang hanya bergantung pada komoditi padi, Yeni, SP tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) Kecamatan Baso memutar otak dengan mengaktifkan lahan-lahan kosong dengan ditanami jeruk. Tantangan besar ditemui saat wilayah Salo dan Kotobaru Baso yang berbukit menjadi sarang hama babi hutan dan kera. Tanpa berputus asa, ide kreatif Yeni berhasil mengenyahkan hambatan ini. Bermodalkan kaleng susu bekas yang diberi pemantik dibuat menjadi meriam bersuara keras, berhasil menjauhkan lahan jeruk petani dari gangguan hama tersebut. Dengan tetap mengupayakan peningkatan hasil produksi padi dalam rangka suksesnya swasembada pangan, lebih dari lima tahun tanaman jeruk dan meriam susu berhasil memberikan peningkatan penghasilan yang signifikan kepada petani hingga saat ini. Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh dilapangan tidak membuat pelayanan di kecamatan menjadi lemah. UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan ketahanan Pangan (BP4K2P) Kecamatan Matur mensiasatinya dengan klinik penyuluh. Ruangan yang siapkan untuk petani ini, difasilitasi dengan tenaga penyuluh yang terjadwal dari berbagai sektor. UPT BP4K2P Matur dibawah pimpinan Lukman, SP terus perkuat kelembagaan penyuluh dan petani. Penatausahaan dan administrasi yang tersusun dan tertata dengan apik, serta pemanfaatan lahan dan lingkungan sekitar sebagai percontohan, menjadi penentu UPT BP4K2P Kecamatan Matur menjadi yang terbaik tingkat Nasional. Tidak ketinggalan, upaya yang dilakukan oleh Walinagari Duo Koto Kecamatan Tanjung Raya, Reflismen turut harumkan nama Agam dikancah Nasional. Selalu terlibat aktif dalam setiap kegiatan ketahanan pangan. Reflismen bekerjasama dengan SKPD diwilayahnya berhasil bebaskan Duo Koto dari kerawanan pangan. Sampai saat ini, produksi pangan khusus padi terus mengalami peningkatan diwilayah tugasnya. Kelompok ibu-ibu tani juga ambil bagian dalam menguatkan ketahanan pangan di Kabupaten Agam. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kembang Sari Prima Nagari Panampung Kecamatan Ampek Angkek berhasil ciptakan panganan lokal ubi nyaris sebanyak lima puluh jenis makanan. Termasuk dari jenis bahan pangan lokal lainnya, seperti jagung, kentang dan lainnya telah berdampak besar terhadap ekonomi anggota KWT dan masyarakat. Pemasaran hasil yang sudah merambah pasar di Kecamatan Ampek Angkek, berpeluang besar memenuhi permintaan pasar di kecamatan lainnya di Kabupaten Agam. Sekelumit perjuangan lembaga dan ketenagaan dalam memperjuangkan geliat dunia pertanian memang patut mendapat penghargaan. Berbagai upaya dan kerja keras mewujudkan kemandirian pangan mampu memotivasi banyak pelaku utama dan pelaku usaha hingga kepenjuru Agam. Selaku Kepala BP4K2P Kabupaten Agam, Monisfar, S.Sos belum berpuas diri atas pencapaian yang diraih. "Masih banyak PR yang harus diselesaikan. Kedepan, beban tugas akan semakin berat, namun atas torehan prestasi yang diraih sejauh ini mampu memupuk semangat kerja dan kinerja semua pihak yang terlibat untuk berbuat yang lebih besar lagi", ungkapnya. Dengan prestasi yang mengharumkan Agam hingga ketingkat Nasional ini, Monisfar yakinkan dan pertanggungjawabkan kepada masyarakat atas kinerja dari jajaran kepenyuluhan, mulai dari kabupaten hingga ke kecamatan. "Tanpa peran serta penyuluh dan petani, semua ini tidak akan mungkin untuk diwujudkan," tangkasnya.