Loading...

PENYAKIT AKAR PUTIH PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis)

PENYAKIT AKAR PUTIH PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis)
Tanaman karet merupakan salah satu komoditas utama di kecamatan Banjar Margo. Luas perkebunan karet menurut tahun 2018 mencapai 32.427 ha. Sama halnya dengan budidaya tanaman lainnya, hama dan penyakit merupakan permasalahan yang juga kerap kali dihadapi oleh petani karet di Banjar Margo. Salah satu penyakit tanaman karet tersebut adalah Penyakit Akar Putih. Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan Rigidoporus microporus. Sesuai namanya, cendawan ini menyerang akar tanaman karet. Miselia jamur yang berwarna putih seperti benang dan sulit untuk dilepaskan terbentuk pada bagian akar tersebut.Akar tanaman karet yang terserang penyakit ini akan berubah menjadi lunak, berwarna coklat dan membusuk. Namun, tidak hanya akar yang menunjukkan gejala terhadap serangan penyakit ini. Pada tanaman karet yang terserang, daun-daunnya menjadi berwarna kuning dengan tepi ujunya yang terlipat ke dalam. Daun-daun yang memucat tersebut lama-lama akan gugur dan pada bagian ujung rantingnya mati. Penyakit ini tentu akan mengakibatkan kerugian besar bagi petani karena akan menurunkan produksi getah karet, bahkan pada serangan yang sangat berat akan menyebabkan tanaman mati. Cara pengendalian penyakit akar putih dapat dilakukan dengan sanitasi kebun, menanam tanaman perangkap yang menjadi inang dari penyakit ini, seperti ubi kayu ataupun ubi jalar. Selain itu, dapat dikendalikan menggunakan antagonis akar putih, yaitu menggunakan Trichoderma sp. Pengendalian menggunakan fungisida dapat dilakukan dengan campuran bahan kimia hexaconazole, triadimefon, dan cyproconazole. Deteksi dini terhadap penyakit akar putih juga sangat dianjurkan mengingat kerugian yang diakibatkan penyakit ini sangat besar. Penampakan gejala berupa daun yang menggulung dengan warna kuning/pucat dan akar yang memutih menandakan serangan sudah pada tahap berat. Oleh karena itu, Dalimunthe et al (2017) mulai mengembangkan salah satu teknik deteksi dini terhadap serangan cendawan ini melalui teknik serologis. Berdasarkan hasil penelitiannya, teknik serologis dengan memanfaatkan antibodi poliklonal dapat mendeteksi perkembangan miselium penyakit akar putih di berbagai jenis tanah dengan tepat sehingga teknik ini bisa dikembangkan sebagai sistem peringatan dini untuk infeksi penyakit akar putih. (by admin)