Busuk batang Magnaporthesalvinii (Cattaneo) RA Krause & R.K. Webster (telemorph),Helminthosporium sigmoideum var. irregularemerupakan penyakit yang menginfeksi bagiantanaman dalam kanopi dan menyebabkan tanaman menjadi mudah rebah. Untuk mengamati penyakit ini, kanopi pertanaman perlu dibuka. Perlu diwaspadai apabila terjadi kerebahan pada pertanaman, tanpa sebelumnya terjadi hujan atau hujan dengan angin yang kencang. Apa gejala penyakit busuk batang? Gejala awal berupa bercak berwarna kehitam-hitaman, bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun dan secara bertahap membesar (Gb. 1). Akhirnya, cendawan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah, anakan mati, dan akibatnya tanaman rebah. Stadia tanaman yang paling rentan adalah pada fase anakan sampai stadia matang susu. Kehilangan hasil akibat penyakit ini dapat mencapai 80%. Bagaimana cara pengendalian penyakit? Pemupukan tanaman dengan dosis 250 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per ha dapat menekan perkembangan penyakit. Untuk mengurangi penyebaran lebih luas lagi, keringkan tanaman sampai saat panen tiba. Daur hidup penyakit: Dalam lingkungan yang lembab, cendawan S. rolfsii membentuk miselium tipis, berwarna putih, teratur seperti bulu pada pangkal batang dan permukaan tanah di sekitarnya. Pada tingkat seksual, miselium biasanya membentuk sambungan apit.basidia berukuran 7-9 x4-5u, dengan 2-4 sterigma. Ukuran basidio spora sekitar 3,5-5×6-7. Pada miselium ini, kelak akan terbentuk banyak butir-butir kecil, berbentuk bulat atau jorong dengan permukaan yang licin. Butiran-butiran kecil ini mula-mula berwarna putih, kemudian menjadi coklat muda sampai coklat tua. Butiran ini dinamakan sklerotium. Sklerotium berperan sebagai alat bertahannya cendawan karena memiliki sifat yang sangat tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung (Agrios). Sclerotium mempertahankan hidup dengan membentuk sklerotia yang dapat melekat pada pangkal batang tanaman yang terserang. Sklerotium kemudian jatuh ke tanah dan dapat bertahan lama hingga menjadi sumber inokulum pertanaman berikutnya. Kein dan Webster (1974)menemukan bahwa viabilitas (daya tahan hidup) sklerotia menurun setelah mengalami penggenangan kurang lebih 4 bulan. Perkembangan penyakit terjadi pada suhu 25-350C perkembangan yang maksimum terjadi pada suhu 30C. pangkal batang dan akar tanaman sakit berwarna hitam, kadang-kadang terdapat miselium pada tanaman sakit. Sklerotium biasanya melekat pada pangkal batang dan akar. Cara pencegahan penyakit ini antara lain adalah: • tunggul-tunggul padi sesudah panen dibakar atau didekomposisi; keringkan petakan dan biarkan tanah sampai retak sebelum diairi lagi; • gunakan pemupukan berimbang; pemupukan N dan K sesuai anjuran cenderung dapat menurunkan infeksi penyakit; gunakan fungisida (bila diperlukan) yang berbahan aktif belerang • Fungisida berbahan aktif difenoconazol dianjurkan untuk mengendalikan penyakit busuk batang. Pengendalian dengan teknik pengelolaan lingkungan yang dilaporkan dapat menekan penyakit busuk batang diantaranya adalah: jerami dan tunggul dari tanaman yang terinfeksi diangkut keluar petakan sawah dan dibakar, pengeringan sawah secara berkala, pemupukan komplit dan nitrogen diberikan sesuai kebutuh tanaman, jarak tanam tidak terlalu rapat, dan memilih varietas padi yang tidak mudah rebah. Sumber : penyakit-busuk batang-pada-tanaman-padi-pengendaliannya. Balai Besar Padi. 2008. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id